Breaking News:

Chai Kue Goreng Kriuk di Gleam Cafe

Chai kue pada umumnya dibuat dari adonan tepung beras dan dicampur sedikit sagu/tapioka, yang diisi dengan berbagai sayuran.

Penulis: Mirna | Editor: Arief
Chai Kue Goreng Kriuk di Gleam Cafe
TRIBUN PONTIANAK/LEO PRIMA
Gleam Cafe di Jl Tamar Pontianak menyajikan chai kue dan sejumlah menu lainnya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak adalah kota dengan pusat beragam jenis kuliner yang lezat. Tidak sah rasanya jika berkunjung ke Pontianak, tanpa mencicipi kuliner khasnya. Dari semua kuliner khas Pontianak, yang paling mudah dan sering dijumpai yaitu chai kue (choi pan). Hampir di semua pelosok Kota Pontianak menjual jajanan yang satu ini.

Chai kue pada umumnya dibuat dari adonan tepung beras dan dicampur sedikit sagu/tapioka, yang diisi dengan berbagai sayuran. Chai kue dimasak dengan cara dikukus atau digoreng. Dan chai kue yang sering ditemukan memiliki beberapa variasi isi. Yaitu kucai, bengkuang, rebung, keladi dan kacang. Setiap tempat memiliki ke khasan tersendiri. Beda tempat tentunya beda citarasa.

Nah, jika Anda ingin menyantap chai kue kukus panas dan goreng, Gleam Cafe lah tempatnya. Chai kue buatan cafe di Jl Tamar ini, sangat lezat. Anda akan ketagihan setelah menikmatinya. Kadang jika menyantapnya beramai-ramai bersama teman tidak cukup hanya satu loyang.
Agar beda dari penjual chai kue lainnya, mereka pun menyuguhkan chai kue goreng dengan isi yang lebih variatif, seperti seafood (campuran udang, cumi-cumi, dan daging ayam), daging sapi, dan ayam. Chai kue goreng mereka tak ada duanya. Luar biasa lezatnya.

"Kami ingin beda dari yang lain. Biar sedikit variasi, makanya kita buat chai kue goreng yang isinya seperti tadi. Namun kita tetap menyuguhkan chai kue goreng yang isinya seperti biasa (bengkuang, kucai, dan lain-lainl), " ungkap Ahuang, penanggung jawab Gleam Cafe, kepada Tribun, Kamis (28/3).

Hanya tempat mereka yang menjual chai kue dengan varian isi daging seafood, ayam dan sapi. Anda yang tadinya tidak suka makan chai kue, setelah mencicipi chai kue goreng buatan mereka, dijamin Anda akan menjadi suka dengan jajanan ini. Cocolan cabai untuk chai kue goreng, beda dengan chai kue kukus. "Kalau chai kue goreng, cabainye sengaja kita buat agak kental kayak saus," tambahnya.

Dari segi tampilan, chai kue goreng buatan mereka sangat unik. Bentuknya seperti hati. Dan di atasnya ditambah kriukan dari tepung. Rasanya enak banget. Beda isi beda citarasanya. Masing-masing memiliki ke khasan sendiri.

Awalnya Gleam Cafe dirintis dari sebuah home industri, yang menjual chai kue dari satu tempat ke tempat lain. Seiring berjalannya waktu, chai kue mereka banyak penggemarnya. Akhirnya mereka mencoba membuka tempat makan khusus menjual chai kue saja. Selama dua tahun lebih di sana, mereka pun pindah ke Jalan Tamar. Di tempat baru mereka ini selalu ramai dikunjungi konsumen. Hampir tak pernah sepi setiap harinya.

Dalam sehari, mereka mampu menjual 3.000 chai kue. Namun jika hari-hari besar, mereka dapat menjual lebih dari 5.000 chai kue. Mereka menjual Rp 800 per pcs. Sedangkan untuk chai kue goreng Rp 7.000 per porsinya.

Selain menyuguhkan varian chai kue kukus panas dan goreng, Gleam Cafe juga menyajikan berbagai makanan ringan dan berat lainnya. Di antaranya ta mie, tomyam, ikan telur asin dan ikan bakar bumbu Bali. Serta aneka es krim juga ada.

Tempatnya enak untuk dijadikan tempat nongkrong. Halaman parkirnya sangat luas, jadi tidak perlu khawatir untuk memarkirkan mobil atau motor Anda. (mir/tribun pontianak cetak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved