Siapkan Guru Agama Katolik
Diharapkan para sarjananya kelak bisa memenuhi keperluan pemerintah untuk memenuhi guru agama Katolik. Sebab banyak sekolah Katolik tidak ada guru
Gubernur Cornelis beserta istri Ny Frederika Cornelis, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya beserta istri Ny Karyanti Sanjaya, dan Bupati Landak Adrianus Asia Sidot beserta istri, dan para pejabat di lingkungan Pemprov Kalbar dan pemda Landak hadir dalam misa ini.
Umat Katolik sudah memadati STFT Santo Yohanes Salib sejak pukul 08.00 WIB. Setibanya rombongan gubernur menempuh perjalanan darat dari Pontianak, acara misa segera dimulai.
Misa berlangsung sekitar dua jam ini berjalan khidmat dan lancar. Umat Katolik penuh menyesaki kapel STFT Santo Yohanes Salib.
Uskup Mgr Hieronymus Bumbun mengatakan puji dan syukur atas terselesaikannya pembangunan kapel STFT Santo Yohanes dari Salib pada tahun ini. Dikarenakan sangat tepat bahwa dalam tahun imam berdiri sebuah pusat kerohanian Katolik di Kalbar.
"Di sini misi seluruh tarekat, perlu diwujudkan terus-menerus. Segenap penghuni menjalani visi misi tarekat. Hidup murid tidaklah mudah, kekhasan murid Yesus belajar terus-menerus, murid Yesus cerdas dan bekerjasama," katanya dalam sambutan.
Dikatakan, air terus mengalir dimana kini jumlah umat Katolik di wilayah Simpang Tiga sudah mencapai 42 ribu jiwa yang dibaptis. Hal ini tersebar dan berasal dari kebudayaan yang unik.
Ditambahkannya lagi, status pemekaran Paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin akan diperhatikan. Dimana Kecamatan Simpang Tiga sudah cukup lama menjadi kecamatan. Umat di situ dan sekitarnya direncanakan diberikan pelayan oleh pastor paroki Santo Petrus dan Paulus Menjalin.
"Berhubung Karmel di Bandul, dan sudah disepakati, stasi Simpang Tiga ditingkatkan menjadi paroki. Dalam arti administrasi dan pelayanannya disamakan di paroki. Yang akan dilayani Pastor STFT, sehingga pusat paroki akan bertumbuh," harapnya.
Romo Yahanes Indra Kusuma, inspirator berdirinya tempat ini, mengucapkan terimakasih atas semuanya. Yakni, kepada penderma hingga terbangunnya tempat ini.
"Kepada panitia, dengan kerjasama bantuannya akhirnya semua ini terencana. Pada kesempatan ini hanya syukur kepada hadirat Allah, apa yang dicita-citakan ini sesuai tempat ini menjadi damai bagi banyak orang dan juga kepada yang akan datang. Tempat perdamaian, dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan seluruhnya," tuturnya singkat.
Gubernur Kalbar, Cornelis, yang dengan gaya khasnya menceritakan sejarah singkat. Sejarah dibalik pembangunan pusat kerohanian Katolik Shanti Bhuana.
"Saya mau cerita sedikit tidak banyak, kenapa bangunan ini di sini. Saya dengan Romo Yohanes berbicara, dimana yang tepat membangun sekolah katolik yang setara S1 dan tempat doa. Ada satu tempat, tapi memiliki masalah sosial, survey-survey akhirnya jatuh di Bandul," katanya.
Dulu, lanjut Cornelis yang akan mengakhiri masa jabatannya periode pertama dan akan segera dilantik untuk periode 2013-2018, Bandul adalah calon kecamatan dari orde lama, orde baru sampai reformasi.
"Diharapkan para sarjananya kelak bisa memenuhi keperluan pemerintah untuk memenuhi guru agama Katolik. Sebab banyak sekolah Katolik tapi tidak ada guru agama Katolilk. Hal ini aneh bin ajaib. Perlakuan agama masih diskriminasi," tuturnya.
Diungkapkan, ia minta jatah guru agama Katolik SD dan SMP ke pemerintah pusat, tapi hanya diberi jatah 10 dan 5.
Maka dari itu, diharapkan dengan adanya STFT Santo Yohanes Salib segera bisa diakui pemerintah. Hal ini menjadi catatan kepada Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Pada kesempatan itu Cornelis juga mengumumkan pada Senin (14/1) pukul 11.30 WIB ia akan dilantik dan diambil sumpah sebagai gubernur untuk periode 2013-2018.
"Yang mengambil sumpah Uskup Agung, dan Pak Wakil Pendeta untuk Pak Wagub. Silakan penuhi Pontianak, jangan takut ada gubernur. Resepsinya di Ngabang, karena perolehan suara Landak 92 persen. Ini sekaligus Ultah PDIP ke-40, dan Natal dengan uskup," katanya.
Dengan gaya ceplas-ceplosnya namun penuh makna, Cornelis menuturkan Uskup Agung Pontianak yang akan memimpin. Jikalau ada Paus, Paus yang meminta.
"Saya juga memberikan sedikit bantuan, saya bawa Rp 50 juta," katanya. Iapun langsung menyerahkan kepada Romo Yohanes.
Uskup Agung Mgr Hieronimus Bunbum dan Gubernur Cornelis menandatangani prasasti peresmian STFT Santo Yohanes.
Sementara itu satu di antara Umat Katolik, Cornelis Uyun, yang datang dari Sambas, mengatakan sengaja hadir mengikuti peresmian pusat kerohanian. Ia mengaku senang atas berdirinya pusat pendidikan agama Katolik.
"Sudah beberapa kali ke sini, sengaja datang dari Sambas ingin mengikuti peresmian pusat pendidikan. Saya berharap kelak anak-anak Katolik tidak lagi susah melanjutkan pendidikan sebagai tenaga pendidik Katolik," tuturnya.
STFT Santo Yohanes bertujuan membentuk mahasiswa baik calon imam religius, serta awam, dan menjadi insan-insan Allah yang penuh imam dan roh kudus seperti Santo Stefanus. (rhd/Tribun Pontianak Cetak)