Siapkan Guru Agama Katolik
Diharapkan para sarjananya kelak bisa memenuhi keperluan pemerintah untuk memenuhi guru agama Katolik. Sebab banyak sekolah Katolik tidak ada guru
Diungkapkan, ia minta jatah guru agama Katolik SD dan SMP ke pemerintah pusat, tapi hanya diberi jatah 10 dan 5.
Maka dari itu, diharapkan dengan adanya STFT Santo Yohanes Salib segera bisa diakui pemerintah. Hal ini menjadi catatan kepada Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Pada kesempatan itu Cornelis juga mengumumkan pada Senin (14/1) pukul 11.30 WIB ia akan dilantik dan diambil sumpah sebagai gubernur untuk periode 2013-2018.
"Yang mengambil sumpah Uskup Agung, dan Pak Wakil Pendeta untuk Pak Wagub. Silakan penuhi Pontianak, jangan takut ada gubernur. Resepsinya di Ngabang, karena perolehan suara Landak 92 persen. Ini sekaligus Ultah PDIP ke-40, dan Natal dengan uskup," katanya.
Dengan gaya ceplas-ceplosnya namun penuh makna, Cornelis menuturkan Uskup Agung Pontianak yang akan memimpin. Jikalau ada Paus, Paus yang meminta.
"Saya juga memberikan sedikit bantuan, saya bawa Rp 50 juta," katanya. Iapun langsung menyerahkan kepada Romo Yohanes.
Uskup Agung Mgr Hieronimus Bunbum dan Gubernur Cornelis menandatangani prasasti peresmian STFT Santo Yohanes.
Sementara itu satu di antara Umat Katolik, Cornelis Uyun, yang datang dari Sambas, mengatakan sengaja hadir mengikuti peresmian pusat kerohanian. Ia mengaku senang atas berdirinya pusat pendidikan agama Katolik.
"Sudah beberapa kali ke sini, sengaja datang dari Sambas ingin mengikuti peresmian pusat pendidikan. Saya berharap kelak anak-anak Katolik tidak lagi susah melanjutkan pendidikan sebagai tenaga pendidik Katolik," tuturnya.
STFT Santo Yohanes bertujuan membentuk mahasiswa baik calon imam religius, serta awam, dan menjadi insan-insan Allah yang penuh imam dan roh kudus seperti Santo Stefanus. (rhd/Tribun Pontianak Cetak)