Nabrak Karang, WNI Divonis 5 tahun

Kejadian itu terjadi di wilayah Australia, pada Desember 2010, waktu kejadian terjadi sebuah badai.

Nabrak Karang, WNI Divonis 5 tahun
Australia tak akan memberi tempat lagi bagi para pencari suaka yang menggunakan perahu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SYDNEY - Insiden kapal pencari suaka yang menabrak karang di wilayah terpencil, Pulau Christmas menewaskan 50 dari 90 penumpang.

Kapal yang diawaki tiga pria asal Indonesia karang di Samudera Hindia dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun penjara di Australia karena penyelundupan manusia.

Kejadian itu terjadi di wilayah Australia, pada Desember 2010, waktu kejadian terjadi sebuah badai. Para pencari suaka itu berasal dari Iran, Iran, dan Kurdi.

Ketiga warga negara Indonesia (WNI) yang mengawaki kapal yang dinamai SIEV 221, masing-masing Abdul Rasjid (61), Hardi Hans (22), dan Supriyadi (33), dinyatakan bersalah melakukan penyelundupan manusia oleh Pengadilan Distrik Perth bulan lalu.

Ketiganya diputus oleh Hakim Stephen Scott dengan hukuman tiga tahun kurungan, Rabu (26/9/2012). 

Dikatakan Scott, ketiganya menyadari sejak awal "kondisi kapal, minimnya peralatan keselamatan, dan penuh sesaknya kapal itu."

Pengadilan itu mengatakan, hanya terdapat 20 jaket pelampung dan menurut Scott, kru kapal, yang meminta bayaran 2.000 dollar AS untuk mengangkut rombongan itu, telah mengabaikan bahaya yang dihadapi penumpangnya.

Hakim Scott menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun sembilan bulan, pada Rasjid yang menjadi kapten kapal. Ayah 13 anak itu wajib menjalani masa hukuman setidaknya tiga tahun tujuh bulan.

Sementara itu Hans dan Supriyadi masing-masing diganjar hukuman lima tahun enam bulan, dengan periode tanpa pembebasan bersyarat selama tiga tahun empat bulan.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved