Style Blitz Tribun
Musik Rangsang Otak Anak
Orang tua dituntut untuk mengetahui detail bakat anak karena bakat bersifat spesifik
Jika anak mampu menggunakan fungsi kedua sisi otaknya secara seimbang, maka kecerdasan anak akan dapat berkembang yang kemudian akan menuntunnya untuk berpikir logis, kreatif dan memiliki ketajaman perasaan. Demikian dikatakan Dosen Psikologi STAIN Pontianak, Isyatul Mardiati MPsi Psikolog.
"Namun, sebelum menuntun anak terjun ke dunia musik, orangtua harus mengetahui minat anak, apakah mempunyai potensi atau berbakat dalam musik. Orang tua dituntut untuk mengetahui detail bakat anak karena bakat bersifat spesifik. Bila sudah diketahui minat dan bakat anak, baru kemudian mengarahkan anak untuk berlatih alat musik," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (28/8/2012).
Bagi orangtua yang mempunyai kemampuan, tenaga dan waktu, anak dapat dididik oleh orang tuanya langsung. Namun bila tidak, orang tua dapat memasukkan anak ke lembaga-lembaga kursus musik atau memanggil guru musik privat datang ke rumah.
Rasa bosan berlatih musik kadangkala menghinggapi anak. Untuk menampik hal tersebut, orang tua sebaiknya memantau anak. Hal itu penting dilakukan agar orang tua dapat mengetahui penyebab anak menjadi bosan, apakah gurunya, metode pengajarannya atau tempat anak berlatih musik.
Jika musik sudah menghunjam kuat dalam diri anak yang ditandai dengan senangnya anak berlatih dan bermain musik, maka mood atau suasana hati anak akan diliputi rasa senang dan riang. "Bila mood anak baik, anak akan menjadi percaya diri," tutur Isyatul.
Menurut Isyatul, usia tiga hingga lima tahun adalah masa terbaik memulai anak belajar musik. Artinya, sejak dini, anak dilatih untuk memfungsikan serta menggunakan otak kanan dan otak kirinya yang dapat berdampak pada berkembangnya kecerdasan anak.