Style Blitz Tribun
Berkelana Berburu Sparepart
Perlu juga diketahui bahwa onderdil motor jap style tidak semuanya tersedia di pasar.
Satu di antara aliran modifikasi yang cukup digandrungi para biker yakni jap style. Jap style sekilas tampak sederhana namun sekaligus menyembulkan eksotisme lekuk motor paripurna.
Salah seorang penggandrung aliran modifikasi jap style adalah Sandro (25). Sandro yang sejak duduk di bangku SMA sudah tergila-tergila dengan motor-motor tua ini, menyulap motor bermesin CB keluaran tahun 70-an menjadi jap style yang dibelinya pada pertengahan 2009 seharga Rp 1 juta.
Jap style yang ditungganginya kini terbangun dari perangkat atau onderdil motor yang dibelinya secara terpisah. CB berkapasitas 100 cc yang dibelinya, dulu hanya mesin dan frame saja. Maka demi mewujudkan impiannya untuk memiliki motor jap style, ia "berkelana" mencari sparepart untuk menciptakan jap style.
Pada bagian depan, sok depan Sandro memilih menggunakan Mega Pro. Untuk tromol, ia memercayai pada Kawasaki Ninja. Sedangkan ukuran ban depan, ia pilih 110/80-18 merk swallow dengan velg berukuran 18/250. Tangki motor berbentuk bulat agak kerucut, buatan tangan atau handmade.
"Perlu juga diketahui bahwa onderdil motor jap style tidak semuanya tersedia di pasar. Seperti tangki, stang, jok, spatbor belakang, knalpot dan box kaki kiri dan kanan dibuat sendiri, sesuai yang diinginkan dengan catatan tidak keluar dari genre jap style," paparnya saat ditemui Tribunpontianak.co.id.
Beralih ke bagian belakang motor, ban belakang motor, Sandro memilih ukuran 120/80-17 dengan velg 17/350 yang membuatnya terlihat gemuk, berotot dan gahar. Tromol belakang ia menggunakan tromol Mega Pro. Kendati ban belakang gemuk yang membatnya tampak garang, Sandro lekatkan lampu sen variasi pada sok belakang merk YSS yang menyuguhkan tampilan motor yang centil.
Sandro menghabiskan biaya sekitar Rp 6 juta untuk modifikasi jap style yang diinginkannya. Ketertarikan sandro pada aliran jap style selain tampilannya yang unik dan garang, jap style diakuinya tidak memakan biaya yang besar.
Kala menunggangi motornya di jalan-jalan raya, Sandro merasa lebih "laki-laki" ketimbang yang lain. Sandro bukannya tak suka dengan motor keluaran masa kini, namun ia hendak tampil beda dengan motor pada umumnya sekaligus merawat motor-motor yang terbilang lawas agar tak punah dari realitas. Kini, ia memiliki dua motor yang dimodifikasi jap style.