Idul Fitri 1433 H
Peningkatan Korban Lakalantas Imbas dari Subsidi BBM
Dalam kondisi saat ini, yang terpenting disadari adalah disiplin dari masyarakat dan kebijakan mengenai infrastruktur.
Jika pemerintah tidak mensubsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), musibah kecelakaan itu tidak akan terjadi. "Akibat subsidi kencang, subsisdi BBM bisa menimbulkan kecelakaan. Harus dikembalikan lagi di bus, kereta api di perbaiki, double trak, jadi orang nggak ingin mudik dengan motor," kata Jusuf Kalla atau biasa disapa JK di sela-sela acara PMI di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (25/8/2012) pagi.
Momen lebaran pergerakan warga Indonesia melonjak drastis dalam waktu yang bersamaan. Kejadian seperti ini tidak hanya di Indonesia, melainkan juga sebagian besar negara di dunia, misalnya Amerika Serikat, Jepang, dan China.
Dalam kondisi saat ini, yang terpenting disadari adalah disiplin dari masyarakat dan kebijakan mengenai infrastruktur. Menurut JK, sinergi keduanya dapat menekan angka kecelakaan kendaraan bermotor di Indonesia.
"Kedispilinan masyarakat juga harus tinggi, disiplins dan infrastruktur (diperbaiki). Harus dikembalikan lagi di bus, kereta api diperbaiki, double track," ujarnya.
Berdasarkan data hasil Operasi Ketupat 2012 sejak Sabtu (11/8/2012) hingga Selasa (21/8/2012), tercatat 638 pemudik telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut meningkat dibanding pada pemudik Lebaran 2011.
Jumlah kecelakaan lalu lintas hingga Selasa (21/8/2012) sebanyak 3.600 kejadian, di antaranya meninggal dunia 638 orang, luka berat 994 orang, dan luka ringan 3.444 orang.
Jumlah kecelakaan terbanyak terjadi di wilayah Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur dan Jawa Barat. Kecelakaan umumnya menimpa para pengendara sepeda motor, yakni sebanyak 3.805 pengendara. Untuk mobil penumpang sebanyak 871 kejadian dan bus sebanyak 196 kasus.