Wisata di Taiwan Bersama Garuda (4-Selesai)

Puas Belanja dan Uji Nyali

Window on China merupakan taman yang memamerkan miniatur tempat-tempat wisata terkenal dari berbagai belahan dunia

Minggu (29/7/2012), menjadi hari terakhir perjanan rombongan Familiarization Trip Garuda Indonesia di Taiwan. Sejak tiba di Taiwan, agenda hari terakhir ini yang ditunggu oleh semua peserta. Isinya berbelanja, wisata kuliner dan beruji nyali.

Bus pariwisata yang ditumpangi rombongan Fam Trip meluncur dari Park City Hotel menuju lokasi pertama yakni Window On China Theme Park yang berada di Taoyuan, tepatnya di Longtan Township.

Window on China merupakan taman yang memamerkan miniatur tempat-tempat wisata terkenal dari berbagai belahan dunia. Window on China merupakan taman miniatur terbesar kedua di dunia, setelah Madurodam di Belanda. Kesempatan ini tak disia-siakan rombongan fam trip untuk berfoto.

Miniatur di tempat ini dibagi dalam empat kawasan yakni China dan Taiwan, Asia, Eropa dan Amerika. Semua lokasi yang dikunjungi rombongan Fam Trip sejak hari pertama dapat dilihat kembali di tempat ini, tentu saja dalam bentuk mini.

Selain miniatur bangunan dan tempat pariwisata, Window on China juga menyajikan taman hiburan dan wahana bermain.
Puas berkeliling, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Leofoo Village Theme Park atau taman safari di Guanxi, Hsinchu, Taiwan.

Ada empat kawasan yang dapat dikunjungi di Leofoo Village Theme Park yakni kawasan Arabian Kingdom yang menyajikan berbagai macam permainan seperti The Ring Of Fire, Spinning Riders, Flying Horse Ride dan Sultan Adventure.

Selain itu ada kawasan African Safari yang merupakan kebun binatang berisi berbagai macam satwa antara lain singa Afrika, burung flaminggo, onta, kambing dan berbagai binatang lainnya.  

Dua kawasan lainnya yakni South Pacific yang menampilkan berbagai permainan seru seperti Drop Tower, Pagoda Revenge dan Mountain Flume Adventure serta kawasan Wild West yang yang meliputi live show, galery foto, serta beberapa permainan seperti Screaming Condor, a Vekoma Coaster, old rail. Yang paling terkenal di kawasan ini adalah The Big Canyon Rapid.

Mereka yang bernyali besar dapat menjajal berbagai permainan yang menegangkan di tempat ini. Berbagai macam fitur roller coaster ada di sini. Teriakan pengunjung membahana saat menjajal permainan yang ada. Lelah bermain atau berkeliling, pengunjung dapat menikmati santapan di Alladin Restaurant Leofoo Village Theme Park.

Usai berkeliling di Leofoo Village Theme Park, rombongan Fam Trip kembali ke pusat kota Taipei untuk mengunjungi Taipei 101 di Distrik Xinyi, Taipei. Gedung ini merupakan pencakar langit dengan 101 lantai dan menjadi gedung tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa, di Dubai, Uni Emirat Arab.

Taipei 101 menjadi kebanggaan warga Taiwan, lantaran dibangun oleh warga negara mereka. Pengunjung dapat mencapai lantai 89 hanya dalam waktu 39 detik. Pengunjung dapat menggunakan dua lift tercepat di dunia yang dapat mencapai kecepatan maksimum 1.010 m/min.

Gedung ini juga dirancang anti gempa dan kebakaran. Pada lantai 88 ditanam pendulum seberat 800 ton untuk menstabilkan menara ini saat gempa bumi. Anda yang ingin menjajal lift tercepat ini harus merogoh kocek 450 NTD atau sekitar Rp 135.000. Mereka yang hobi berbelanja dan berkantong tebal dapat mengunjungi pertokoan di lantai lima.

Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, rombongan Fam Trip bergerak untuk makan malam di Yunus Thai Restautant yang menjadi restoran faforit bagi umat muslim. Makanan yang dijual di sini dipastikan halal.

Usai bersantap malam, rombongan melanjutkan perjanan ke Shihlin Night Market yang menjadi pasar malam terbesar di Taipei. Semua jenis barang ditawarkan di sini. Harganya juga murah, tergantung kepandaian kita bernegosiasi dengan penjual.
Satu kaos berbahan katun dihargai 200 NTD atau setara Rp 60 ribu.

Jika anda membeli dalam jumlah banyak, harga bisa dikurangi penjual. Shihlin Night Market juga menjadi surga bagi para wanita yang hobi berbelanja. Sepatu, pakaian, celana, tas dan aksesori berjeret rapi di pertokoan kiri dan kanan jalan.

Sebenarnya pasar ini layaknya Pasar Sudirman di Pontianak. Hanya saja, Shihlin Night Market dibuka sore hari dan baru tutup sekitar pukul 03.00 dinihari. Semakin malam, pengunjung yang datang semakin ramai. Untuk berjalan menyusuri pertokoan, pengunjung harus berdesak-desakan. Entah berapa uang yang beredar di pasar ini dalam semalam.

Wajah turis asal Eropa hingga Afrika hilir mudik di kawasan ini. Anda juga patut berhati-hati saat mengunjungi pasar ini. Maklum, ada banyak copet yang berkeliaran mencari mangsa.

Beberapa anggota Fam Trip sempat kewalahan saat membawa barang belanjaannya. Harga yang murah membuat beberapa anggota Fam Trip kalap berbelanja. (iin sholihin/Tribun Pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved