Wisata ke Taiwan Bersama Garuda (1)

Penjaga Gerbang Pikat Wisatawan

Butuh waktu lima jam hingga tiba di Taiwan. Ada perbedaan waktu antara Tanah Air dan Taiwan. Waktu di Taiwan lebih cepat satu jam dibanding Indonesia

Maskapai Garuda Indonesia tahu betul memanjakan rekan bisnis mereka. Kamis (26/7/2012), 31 penyedia jasa perjalanan serta beberapa jurnalis se-Indonesia diajak menjelajah pariwisata Taiwan lewat Familiarization Trip to Taiwan. Berikut laporan perjalanan wartawan Tribun Pontianak, Iin Sholihin.

PANAS. Kata ini menjadi kata pertama yang meluncur dari mulut beberapa peserta Fam Trip ketika GA 852 mendarat di Bandara Internasional Taiwan, Jumat (27/7/2012), sekitar pukul 06.15 waktu setempat.

Rombongan Fam Trip bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis malam sekitar pukul 23.45 WIB. Butuh waktu lima jam hingga tiba di Taiwan. Ada perbedaan waktu antara Tanah Air dan Taiwan. Waktu di Taiwan lebih cepat satu jam dibanding Indonesia.

Suhu udara di Taiwan lebih panas dibanding Kalbar. Suhu rata-rata pada Juli mencapai 28 C dan suhu maksimal bisa mencapai 32  C. Bisa dibayangkan panasnya. Apalagi beberapa anggota Fam Trip sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Topi, jaket tipis dan krim anti sinar matahari menjadi bawaan wajib jika hendak mengunjungi Taiwan antara Juli hingga Agustus yang memang memasuki musim panas. Saat inilah jumlah pengunjung membeludak.

Tiba di Taoyuan Airport, rombongan disambut pria berwajah oriental namun fasih berbahasa Indonesia. "Garuda Familiarization Trip? Selamat datang di Taipei. Saya pemandu anda," kata Anthony Tien pada Tribun dan peserta Fam Trip lainnya.

Pria ini rupanya kelahiran Lampung 68 tahun silam. Anthony sudah 48 tahun tinggal di Taiwan. Ia bahkan sudah mengikuti wajib militer di tempat ini.

Seunit bus pariwisata merah muda sudah bercokol di depan pintu ke luar bandara menyambut rombongan. Perjalanan pertama dimulai ke Martyrs Shrine yang berada di Mingshui Rd atau sekitar satu jam perjalanan.

Memang tak ada waktu bagi peserta Fam Trip untuk berleha- leha. Panitia sudah menyusun agenda kegiatan begitu kaki menjejaki Taiwan. Istirahat di hotel menjadi agenda terakhir dalam jadwal yang dipegang rombongan.

Ketika tiba di Martyrs Shrine, lelah menempuh perjalanan jauh mulai mereda. Martyrs Shrine merupakan balai penghormatan yang dibangun khusus untuk 72 pahlawan berikut ratusan ribu pahlawan lainnya yang gugur dalam peperangan.

Nama para pahlawan dituliskan di balai penghormatan ini. Objek wisata sejarah ini dibangun di Gunung Chingshan di Distrik Zhongshan pada 1969. Pintu gerbang kokoh dengan genting hijau berundak lima begitu mempesona.

Bus berhenti persis di depan gerbang. Dua tentara tampak berjaga di sisi kiri dan kanan pintu masuk. Keduanya kaku bagai batu. Tak ada senyuman atau kedipan mata. Dua penjaga ini menjadi daya tarik rombongan Fam Trip dan ribuan pengunjung lainnya.

Anda boleh berfoto, mengejek atau mengajak berbincang dua penjaga bersenjata ini. Namun, keduanya tak akan merespon apa yang anda lakukan. Sikap sempurna diperlihatkan dua penjaga ini.

Keringat mengalir deras dari wajah dua penjaga ini. Hanya bagian dada keduanya yang terlihat naik turun saat bernafas. Seorang petugas berpakaian sipil yang bertugas menyeka keringat kedua penjaga.

Rombongan Fam Trip beruntung. Saat datang, tengah digelar upacara pergantian penjaga. Dua penjaga yang bersiaga di sisi kanan dan kiri gerbang digantikan dua penjaga lainnya melalui upacara militer yang apik.

Usai pergantian, puluhan penjaga lainnya berbaris ke luar dari sisi kiri bangunan megah menuju lapangan Martyrs Shrine. Sontak ribuan wisatawan yang berada di area balai penghormatan berhambur menuju lapangan yang berada persis di depan bangunan utama Martyrs Shrine. Atraksi demi atraksi kompak disuguhkan para penjaga bersenjata. Senapan dengan bayonet terhunus sesekali melambung ke udara saat atraksi dilakukan.

Sayangnya, rombongan tak dapat masuk ke area utama Martyrs Shrine. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan masuk dan menyaksikan dari dekat monumen peringatan untuk para pahlawan perang ini. (iin sholihin/Tribun Pontianak cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved