Eco Style Tribun
Berjilbab Panggilan Hati
Pernah saat saya tidak menggunakan jilbab, malah mereka (teman kerja) bilang, pakai dong jilbabnya
"Alhamdulillah saya menggunakan jilbab memang dari panggilan hati, bukan paksaan. Pernah saat saya tidak menggunakan jilbab, malah mereka (teman kerja) bilang, pakai dong jilbabnya. Jadi malah mereka yang menyarankan," tuturnya kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (9/6/2012).
Elis sudah sekitar empat tahun mengenakan hijab. Dia mengakui ketika dua tahun lalu pernah membuka hijab lantaran sedikit tersiksa. Dia merasa pusing-pusing dan mau muntah, kemungkinan karena mengenakan jilbab segi empat yang tidak nyaman.
"Alhamdulillah, mungkin karena memang panggilan hati kali ya, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakannya lagi. Sekarang perasaan tenang saat beraktivitas," katanya.
Kini Elis mengenakan hijab yang terasa dingin saat dikenakan, menyerap keringat, atau berbahan kaus. Dia menilai tidak masalah hijab berbahan kaus dikenakan untuk busana kerja. Melalui padu padan yang pas dengan busana kerja, Elis tetap tampil formil dan modis.
Elis merasa dengan penampilan berjilbab jadi modis, dan penampilannya tidak terkesan lebih tua dibanding perempuan seusianya.
"Walau sudah bunda-bunda pun kita masih bisa menggunakannya. Secara pribadi kita berjilbab, selain menutup aurat, juga bisa menggunakan model saat ini. tetapi masih tetap menggunakan busana sesuai syariat Islam," katanya lalu tersenyum.
Dia menyarankan agar mengenakan jilba dengan serius, jangan hanya ikut-ikutan. Hal ini akan memberi pandangan negatif mengenai pengguna hijab dan agama Islam.
"Menggunakan jilbab jangan ikut-ikutan, melainkan dari hati sendiri. Karena saya yakin, Allah tidak akan mempersulit hamba-Nya di luar kemampuannya," harap Elis