Style Blitz Tribun
Punna Pilih Memancing Udang
Yang jelas apa yang saya rasakan saat balapan yaitu suatu kebanggaan seandainya bisa meraih juara 1, dan alhamdulillah itu terbukti
Punna tidak mau terjerumus dengan balapan liar tersebut. Ia pun memilih untuk berlatih secara teratur untuk menjadi pebalap profesional. Semenjak duduk di bangku SMA, Ajudan Kakanwil BPN Provinsi Kalbar ini mulai melakukan latihan-latihan balap dengan motor miliknya. Sekitar tahun 1990 dia sudah mengikuti event-event di Pontianak.
"Yang jelas apa yang saya rasakan saat balapan yaitu suatu kebanggaan seandainya bisa meraih juara 1, dan alhamdulillah itu terbukti," kata Punna kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (10/5/2012).
Puna juga menambahkan, dengan latihan yang serius, dan menjaga stamina serta dukungan orangtua, menjadi motivasi untuk balapan. "Dunia balap hanya sekadar hobi dengan menyalurkan ke sirkuit. Saya rasa itu lebih baik daripada harus kebut-kebutan di jalan." katanya.
Seiring perjalanan waktu, dunia balap pun harus ia lepas, namun bukan berarti dunia otomitif hilang dari dirinya. "Walau sudah lama saya meninggalkan dunia balap, perasaan itu tidak akan pernah hilang dari diri saya," katanya.
Untuk mengisi kerinduannya di dunia balap, Punna memilih melakukan olahraga kecil sepulang kerja. "Untuk mengisi kegiatan di luar kerja, paling saya pergi macing udang atau kadang mengajak keluarga ke luar kota," pungkasnya.