Style Blitz Tribun
Buru Onderdil ke Thailand
Setidaknya ini jualah yang dilakukan Arif Budiman, mantan pebalap nasional asal Kalbar.
Untuk hal-hal yang masih bisa digunakan saat balapan, Arif memilih tetap menggunakan barang-barang lokal di Pontianak. Jika onderdil yang dicari tidak ada di Pontianak, barulah ia mencari sampai ke luar negeri.
"Untuk onderdil tertentu saya harus ke Thailand dan Malaysia. Itu saya lakukan apalagi akan menghadapi balapan yang benar-benar menentukan. Yang penting saya merasa nyaman dan puas," kata Arif ditemui di tempat usahannya, Kamis (10/5/2012).
Tidak cukup saat balapan, motor yang ditungganginya juga tetap dipoles pada setiap kesempatan.
"Kadang motor bapap itu saya ajak ngomong, saya pukul-pukul kecil, tujuannya untuk motivasi mental dan satu hati dengan kendaraan," kata De, sapaan akrab Arif Budiman.
Hal itu dilakukan De pada semua motor balap yang pernah ia miliki termasuk bebek standar, bebek tun up, sport standar, sport tun up, sampai bebek 4 tak tun up.
"Biasanya untuk even-even race yang saya ikuti untuk satu tahun sekitar 12 seri. Itu satu kalinya bisa mengahbiskan empat jutaan. Kalau dihitung-hitung per tahunnya, mungkin sekitar Rp 40 juta, harus saya habiskan untuk onderdil," katanya.
Di sisi lain, dukungan keluarga menjadi sangat penting bagi De untuk menhadapi melakoni balapan di tingkat lokal, bahkan event internasional seperti di Asia Pasifik, Malaysia, Thailand bahkan sampai ke India. Dukungan itu ia terima dari ayah tercinta, H Basri (70).
"Jadi karena dia pun sudah mengambil keputusan untuk balapan, saya dan istri mendukung penuh. Kami memberi dukungan itu tanpa menggangu konsentrasi saat balapan," kata Basri.