Mudharat Lisan Ketua DPR
Mengapa Marzuki tak membuat moral judgement lembaga yang diketuainya? Bukankah parlemen tak ubahnya sarang koruptor?
Tak ada konsep halal dan haram. Yang ada hanya pemuasan nafsu menjarah harta negara. Faktor kekuasaan lah medium utama korupsi, terutama political power.
Mengapa Marzuki tak membuat moral judgement lembaga yang diketuainya? Bukankah parlemen tak ubahnya sarang koruptor? Pelajaran teramat berharga yang gagal dipetik Marzuki secara berulang.
Lisan Asbun ini, mengingatkan kemudharatan pernyataan-pernyataan kontroversial Marzuki sebelumnya. Mulai Bubarkan KPK, Maafkan koruptor maupun TKW memalukan Indonesia.
Marzuki bahkan pernah membuat murka masyarakat Mentawai, Sumatera Barat. Jangan tinggal di pantai kalau tak mau kena tsunami. Begitu kata Marzuki, pasca-tsunami memporak-porandakan Mentawai.
Pernyataan naif yang melukai hati nurani. Lisan yang bertolak-belakang kemuliaan jabatannya sebagai pengemban puncak amanat rakyat. Sebaiknya Marzuki diam, jika tak mampu berlisan baik. (*)