Eco Style Tribun
Tertarik Karakter Kartun di Tabungan
Irma menceritakan, kalau anak yang pertama usianya hampir 3 tahun, dan dulu tabungnya pakai celengan ayam sejak usianya 1 bulan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menabung di bank, bukan lagi semata ingin mengharapkan bunga tabungan dan juga faktor keamanan. Di era yang serba mahal ini, masyarakat berharap menabung dapat mewujudkan keinginannya di masa akan datang.
Oleh karena itu, orangtua memilih menabung agar anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas setelah besar nanti. Selain itu, dengan menabung diharapkan nilai menyisihkan sedikit uang yang ada untuk disimpan agar dapat digunakan ketika kebutuhan mendesak dapat tanamkan pada diri anak sejak usia dini.
Ibu rumah tangga, sekaligus pegawai perusahaan sawit, Irma, mengatakan alasannya sangat sederhana ketika membukakan rekening tabungan untuk kedua anaknya. Di antaranya agar orangtua lebih disiplin dalam hal mengelola keuangan dan menyisihkan pendapatan yang ada.
"Sederhana aja alasannya, supaya kami orangtua lebih disiplin dan tetap fokus untuk menyisihkan penghasilan untuk anak. Karena punya uang berapa aja gak pernah cukup, kalau tidak pintar-pintar mengaturnya," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id.
Ia mengaku dengan dibukakannya rekening tabungan anak, ia mulai merasakan manfaatnya. Kami sebagai orangtua saat ini mulai merasakan manfaat lebih disiplin, sedangkan anak-anak akan merasakan manfaatnya nanti setelah mereka besar.
Selain itu, akan membantu meringankan beban orangtua untuk membiayai pendidikan yang semakin lama semakin mahal, kata ibu dua anak ini yang rutin isi tabungan anaknya setiap bulan.
Kendati demikian, Irma belum bisa pastikan dana yang tersimpan akan digunakan untuk apa saja kecuali persiapan untuk kebutuhan pendidikan. "Hanya kami sudah komitmen uang yang ditabung itu hanya untuk keperluan anak-anak tapi selama tidak mendesak, artinya masih bisa kita gunakan uang yang lain maka tabungan anak tersebut tidak akan diganggu gugat," tuturnya.
Irma menceritakan, kalau anak yang pertama usianya hampir 3 tahun, dan dulu tabungnya pakai celengan ayam sejak usianya 1 bulan. Karena sudah mempunyai adik, maka oleh Irma dibukakan rekening tabungan Panin Junior pada Januari 2012 ketika adiknya berusia sekitar 1 tahun, sehingga saldo awal tabungan anaknya berasal dari celengan semua.
"Oleh sebab itu, tabungan bagi anak sangat penting, agar anak-anak nantinya bisa mendapatkan pendidikan yang baik, dan pendidikan yang baik perlu juga persiapan dana yang cukup. Dengan menabung dapat menanamkan kedisiplinan kepada anak-anak," tandasnya.
Menurut Irma, adanya tabungan bagi anak usia dini dapat mencegah perilaku orangtua yang cenderung konsumtif pada dewasa ini, maka harus bisa mengatur keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran utama. Disamping mengharapkan anak bisa berprilaku hemat dan cermat tapi bukan hemat
menjadi pelit, harapnya.
Di tempat terpisah, pengusaha makanan, Louise Wulandari, mengatakan awal mula anaknya memiliki tabungan karena ditawarkan tabungan usia sini dengan berbagai karakter kartun di buku tabungannya.
"Pertama karena waktu itu ditawarkan karakter Hotwheels yang merupakan hobi koleksi anakku Attila, jadi langsung bikin tabungannya.Setelah itu tabungan yang dicelengan rumah dimasukkan ke rekening yang baru itu hingga sekarang," paparnya.
Menurut Louise, tujuan sesungguhnya yang diharapkan dari tabungan anak adalah untuk mendapatkan atau membeli suatu barang dengan kualitas yang bagus. Biasanya setara dengan harga harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih besar, daripada kalau membeli barang sejenis dengan kualitas lebih buruk.
"Lebih baik sabar mengumpulkan uang dari jumlah yang sedikit menjadi banyak, supaya bisa membeli barang yang lebih bagus. Nilai itu yang ingin saya tanamkan kepada anak-anak, bahwa uang itu ada nilainya, semakin kita menghargai uang, kita tidak mudah menghamburkan uang," ungkapnya.
Alasan lainnya, dengan memberi pengertian bahwa barang yang nilainya lebih tinggi biasanya justru lebih awet dan bisa digunakan lebih lama, maka memaksa kita untuk menabung atau berhemat untuk bisa memperolehnya.
Sedangkan, apabila tujuannya mengarah ke pendidikan Itu lain lagi. Tabungan pendidikan anak, kami sebagai orangtua yang menabung atas nama anak-anak, dan mereka tidak mengetahuinya. Tabungan pendidikan anak rutin disimpankan dananya, yaitu dengan cara auto debet dari tabungan induk milik orangtua setiap bulannya.
"Ada program asuransinya, juga ada program untuk pembayaran uang masuk sekolah sampai perguruan tinggi. Kalau tabungan anak, murni anak-anak yang nabung. Sisa uang jajan yang dikumpulkan, uang pemberian dari keluarga, uang lebaran, dan lainnya. Jadi jumlahnya nggak terlalu banyak, tapi lumayan untuk menanamkan cara menghargai uang," tuturnya.
Sementara tabungan pendidikan supaya ada jaminan untuk anak-anak agar bisa menimbah ilmu di sekolah yang bagus yang mestinya butuh biaya besar. "Karena dijamin, apabila orangtua meninggal dunia, tabungan dan pertanggungan tetap berjalan. Jadi semacam asuransi pendidikan," pungkasnya.