Style Blitz Tribun
BBM Gaya Diskusi Komunitas Bisnis
Menurutnya meski masing-masing sibuk, dengan berkomunikasi di grup BBM Pontianak Pro, mereka bisa memanfaatkan waktu untuk mengembangkan ide.
Menurutnya meski masing-masing sibuk, dengan berkomunikasi di grup BBM Pontianak Pro, mereka bisa memanfaatkan waktu untuk mengembangkan ide.
"Kami sering membahas masalah pendidikan ataupun drainase. Itu semua kami lakukan di luar jam kerja formal. Kami juga sudah melakukan kegiatan sosial, mengumpulkan sumbangan-sumbangan dan melakukan penghijauan kota," ujar Shanti kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (2/5/2012) di ruang kerjanya.
Komunitas yang terbentuk sejak Maret 2010 tersebut, berlatar belakang keprihatinan terhadap kondisi pariwisata dan infrastruktur di Pontianak. Shanti bercerita awalnya grup BBM dibentuk dari ide Agus Nugroho, pimpinan Perusahaan Tribun Pontianak, ketika mereka berada di Makassar, Sulawesi Selatan.
Selain membahas bidang pariwisata, para anggota juga asyik bertukar pengalaman di bidang lain. Dari masalah pekerjaan hingga kegiatan pribadi. "Kami juga kadang sering sharing mengenai marketing, membahas masalah kepribadian dengan background marketing. Selain itu juga kegiatan olahraga, travelling, dan berbelanja," imbuhnya.
Sebenarnya anggota komunitas Pontianak Pro berniat menemui Gubernur Kalbar untuk membahas masalah pariwisata dan infrastruktur pada tahun 2011. Tetapi rencana itu belum terealisasi sampai sekarang, karena sebelum tahun 2011 para pendiri-pendiri komunitas ini sudah keburu pindah domisili.
Mengisi waktu luang dengan diskusi di Pontianak Pro juga dilakoni Anto W Soemartono, General Manager Hotel Aston Pontianak. Di luar jam kerja, dia berkomunikasi dengan sekitar 30 anggota Pontianak Pro.
"Yang tergabung di dalam grup BBM, rata-rata dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia). Iseng-iseng ngobrol di luar kerja, kami berinisiatif untuk bisa mengembangkan sektor pariwisata di Kalbar, khususnya Pontianak," tuturnya ketika ditemui Selasa (1/5/2012).
Dia bergabung di Pontianak Pro bermula dari ajakan dari teman-temannya. "Selain hanya kumpul- kumpul, kita juga sering membahas masalah kerjaan, dan berbagi informasi mengenai kerjaan kita masing-masing. Kadang di Aston, Santika, Mercure, Mahkota, dan kadang juga di Warkop Merapi," tandasnya.
Selain itu aktifitas yang biasa digelar oleh komunitas ini adalah bersepeda bareng, kadang kala sampai ke area Bandara Supadio. Ataupun main golf bareng. (ken)