Style Blitz Tribun
Dimodif Berkonsep Sport
Hingga kini Win telah mengoleksi 5 unit vespa di rumahnya yang terletak di Jl Tanjung Raya dua.
Win, sapaan akrabnya, sejak remaja sudah gemar mengotak-atik mesin vespa. Dia teramat kagum dengan kuda besi yang berasal dari Itali itu lantaran sistem kerja mesin yang bersifat satu bagian yang menyatu padu. Tak ayal, pada 1990-an untuk kali pertama dia membeli vespa PS 150 dari orang Sui Jawi seharga Rp 1,4 juta dengan kondisi mesin yang tidak hidup sama sekali.
"Saya sengaja membeli vespa tersebut untuk mengukur kemampuan saya dalam menaklukkan mesin vespa. Setelah saya otak atik, mesin kembali hidup".
Selain memahami sistem kerja mesin vespa, Win juga piawai memodifikasi vespa. Vespa 150 miliknya, dia modifikasi berkonsep police scooter yang dikhususkan untuk perjalanan jauh. Terdapat sound dan sirene yang dibenamkan Win sebagai ciri khas konsep modifikasi police scooter.
Kecintaan Win pada scooter itu ternyata membuatnya tak cukup memiliki hanya satu unit. Scooter kongo 63 kembali dibelinya. Scooter itu dia modifikasi dengan mengusung konsep sport scooter dimana stang standard diubah memakai stang sport, hal itu dilakukan untuk memudahkan mengganti tali posteling dan tali gigi.
Kegilaannya pada vespa kian menjadi jadi. Benar saja, dia meringkus scooter PX 150 ke rumahnya. Scooter itu dia modifikasi dengan mengusung konsep trail. Dalam konsep trail itu dia sulap scooter menggunakan rantai, menambatkan ban cangkul dan body utuh bernuansa trail.
Tiga unit vespa belum juga memuaskan keinginannya untuk menyudahi mengoleksi vespa. Untuk kali keempat dia beli vespa dan dimodifikasi berkonsep sport dengan body yang berbentuk ninja kawasaki. Vespa ini, diakui win direncanakan untuk racing.
Amboi, untuk kali kelima Win kembali membeli vespa dengan chooper sebagai konsep modifikasi.Hingga kini Win telah mengoleksi 5 unit vespa di rumahnya yang terletak di Jl Tanjung Raya dua.