Style Blitz Tribun

Kuras Kantong Rp 200 Juta

Dia menilai hobi mengoleksi barang antik adalah seni mengolah rasa, jadi susah untuk menjelaskan tingkat kepuasannya.

Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto Kuras Kantong Rp 200 Juta
Ken Arnoly
Barang Antik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di tengah kesibukannya sebagai Bendahara Umum PPP Muhamnadiyah Jakarta, H Edi Satria, masih menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya mengoleksi barang antik. Hobi ini telah digelutinya sejak semasa kuliah, yaitu sekitar tahun 1992.

Dia menilai hobi mengoleksi barang antik adalah seni mengolah rasa, jadi susah untuk menjelaskan tingkat kepuasannya. "Barang antik ini kebanyakan hand made, dan itu mempunyai nilai sejarah yang patut dilestarikan dan dilindungi," ucap Edi. Dia mulai mengenal barang antik semenjak masih kanak- kanak, karena orangtuanya juga kolektor barang antik.

Di kediamannya, Jl Karimun nomor 7 Pontianak tertata rapi koleksi barang antiknya. Antara lain keris bergagang gading, mandau sukung, kacip emas untuk memotong pinang yang terbuat dari emas dan perak, dan beberapa keramik buatan China kuno Dinasti Ming, Han, Yuan, Tan, Sung, dan yang terbaru dari Dinasti Qing.

Awalnya Edi harus hunting ke daerah-daerah. "Namun kalau sekarang hanya teman-teman peraih
yang memberi info. Jika jaraknya jauh, cukup menggunakan foto dan barang itu harus unik dan benar adanya. Apalagi kalau sekarang untuk hunting sudah pasti memakan biaya sangat besar," ujarnya, Selasa (25/4/2012).

Selain itu Edi juga mengatakan memiliki barang-barang antik khas Kalbar, yaitu dari khas Dayak dan Melayu.

"Kalau khusus Dayak saya punya barang-barang antik tradisional berupa mandau, senjata-senjata, dan banyak masih yang lain. Kalau dari melayunya saya punya kacip," imbuhnya.

Dia mengatakan sangat menyenangi koleksi barang antik tersebut. "Selain memang sudah susah untuk
memdapatkannya, juga nilainya tinggi. Selaku penggemar barang antik, kita harus dapat memilih mana yang bangus dengan barang yang langka dan nilai jual yang tinggi," katanya.

Edi mengatakan, semua koleksi yang dia miliki, bisa menghabiskan dana lebih dari Rp 200 juta. Namun dari beberapa koleksi yang Edi miliki ada yang dijual kembali. "Rolling-lah, kecuali yang masih saya dan istri saya senangi," tuturnya.

Untuk beberapa barang yang Edi miliki, seperti kacip emas dan perak dan keris bergagang gading, menurut Edi konon berasal dari Keraton Cirebon. "Harga barang antik itu relatif. Kadang mendapatkan yang murah, kadang pula mahal. Apabila ada rejeki lebih dan barangnya bagus dan cocok kita beli," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved