Sport Blitz Tribun

Tiga Hari Gowes ke Sintang

Jarak Pontianak-Sintang sekitar 390 kilometer dengan kecepatan rata-rata 19,8 kilometer per/jam, maka total waktunya tempuh lebih kurang 20 jam

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Bersepeda merupakan satu jenis olahraga yang menarik dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang status usia ataupun jenis kelamin. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan sejumlah keuntungan dari aktivitas sederhana ini. Tidak sebatas hobi melainkan  sebagai alat untuk mempromosikan kesehatan secara keseluruhan.

Ferdy Ardian, merupakan satu dari sekian banyak orang yang menjadikan olahraga bersepeda sebagai hobi sekaligus untuk kesehatan. Ferdy berani berpetualang hingga berhari-hari untuk kegiatan yang satu ini. Pada medio Maret 2012 lalu, ia melakukan perjalanan (touring) seorang diri dari Pontianak menuju Kabupaten Sintang. Sepeda tipe Road FlatBar dengan ukuran lingkaran ban 700/23 C miliknya, digowes sampai ke Sintang dalam waktu tak kurang dari tiga hari.

"Saya hitung jarak tempuh perjalanan dengan menggunakan speedometer yang melekat pada stang sepeda. Jarak Pontianak-Sintang sekitar 390 kilometer dengan kecepatan rata-rata 19,8 kilometer per/jam, maka total waktunya tempuh lebih kurang 20 jam. Total waktu itu dihitung selama menggowes sepeda, tidak termasuk istirahat," kata Ferdy kepada Tribunpontianak.co.id.

Dalam perjalanan tersebut, Ferdy singgah di dua lokasi yakni Ngabang dan Sanggau. Memasuki kawasan Anjungan, jalan berbatu, becek, tanjakan serta turunan terjal menjadi kendala perjalanannya. Selain itu, ancaman binantang peliharaan penduduk di titik tertentu menjadi menu utama dalam perjalanannya.

"Saya hanya berbekal empat buah roti, kopi susu, air putih dan dua ban dalam. Sesampainya di Sintang kenikmatan dan kesenangan menyeruak penuh di dalam hati saya. Setidaknya saya dapat membuktikan, perjalanan ke Sintang tak hanya dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Dengan bersepeda pun ternyata saya sanggup mencium udara Sintang," kata Ferdy  yang saat ini mengelola studio musik untuk mencetak seniman musik, teater dan tarian etnik.

Pengalaman touring ke Sintang bukan pengalaman satu-satunya. Pada 2009 akhir, dia pernah ngegowes dari Pelabuhan Provinsi Bangka Belitung ke Tanjung Pandan yang terletak di Belitung Barat.
"Kemudian saya ngegowes menuju pantai Tanjung Tinggi, sebuah pantai yang pernah menjadi lokasi syuting film layar lebar Laskar Pelangi," kenangnya.

Selain dua pengalaman touring itu, Ferdy juga pernah ngegowes dari Jakarta ke kawasan puncak Jawa Barat. Tak hanya itu, dari Pontianak ke Singkawang juga kerap dilakukanya. Ferdy merupakan sosok penggila sepeda yang perfeksionis, alami dan bersahaja.

Bagi Ferdy, sejak lima tahun belakangan, sepeda merupakan alat transportasi utamanya. Sebab, selain berguna buat kesehatan, bersepeda itu simpel dan tak repot. Dengan bersepeda, orang tak perlu takut dirazia, antre bensin dan ganti oli. Bersepeda juga tidak mengancam udara kota dengan polusi. Ferdy bukannya tak memiliki kendaraan. Namun, baginya motor hanya dipakai saat sepeda tak bisa
mengatasinya.

"Saya akan memakai motor, jika sepeda tak mampu mengatasinya, seperti membawa barang-barang yang banyak. Dan saya hanya mengisi bensin sebulan sekali buat motor saya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved