Krisis Wanita Berjiwa Kartini
Cita-cita RA Kartini berbasis ketuhanan, kebijaksanaan, perikemanusiaan dan nasionalisme. Tantangan perempuan Indonesia kini.
Kiprah kaum Hawa bahkan menembus profesi sarat risiko jiwa, baik sebagai prajurit TNI maupun pilot. Fakta yang berbeda 180 derajat, dibanding era RA Kartini.
Patut disyukuri di tengah usaha terus-menerus mengembangkan diri. Patut jadi obsesi setiap insan perempuan Indonesia, di mana pun dan kapan pun.
Lawan persepsi lemah, selalu di belakang laki-laki, melankolis atau kecengengan diri. Tanpa menafikkan perbedaan kekuatan fisik dibanding lelaki, bukan berarti wanita selalu kalah.
Membangun wanita tangguh lahir batin, lazim dimulai dari wanita sendiri. Sebelum menuntut hak apa pun dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, wujudkan kualitas diri prima lahir batin.
Mutu diri yang luar biasa tak ubahnya senjata terampuh mengenyahkan potensi diskriminasi. Perjuangan konkret dan efektif, dibanding unjukrasa atau protes. Saatnya meneladani Kartini dan mengamalkan makna Habis Gelap Terbitlah Terang. (*)