Style Blitz Tribun

Anjing Ditukar Gula

Saya tak tahu apa namanya hasil keturunan anjing min pin dan anjing Jepang ini

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bagi Aheng (52), warga Jl Komyos Soedarso kecintaan terhadap anjing tak bisa dinilai dengan uang. Ia memiliki tiga ekor anjing yang dinamai Yuli dan Gudi yang kini berusia tujuh tahun. Satu anjing lainnya merupakan persilangan antara Yuli dan Gudi yang diberi nama Jecky.

"Saya tak tahu apa namanya hasil keturunan anjing min pin dan anjing Jepang ini," ujar Aheng kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (12/4/2012).

Menurutnya, dari perkawinan Yuli dan Gudi lahir lima ekor anjing, satu di antaranya
Jecky. Empat saudara Jecky kini telah berpindah tangan.

"Banyak orang yang mau beli, tetapi saya tidak jual. Bukan karena tidak mau uang, tapi pengasilan kami bukan dari jual beli anjing. Jadi, kami berikan saja kepada orang yang benar-benar berniat untuk pelihara anak-anak anjing tersebut. Kalau di Tionghoa, pendapatan bukan dari jual beli hewan, jadi kami tukar dengan yang manis seperti gula. Ini sebagai syarat saja," jelas Aheng.

Aheng mengatakan, anjing yang ia pelihara sangat periang dan setia. "Dia tidak menggigit, hanya menggonggong saja. Kalau sudah kenal sama orang, maunya nempel terus," katanya.

Untuk makanan, anjing yang ia pelihara tak rewel. Nasi, kue kering, buah-buahan disantap anjingnya. "Kadang waktu kami makan durian, kami lempar saja di deekat dia pasti dimakannya," katanya tertawa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved