Eco Style Tribun
Asuransi Ringankan Beban Ahli Waris
Asuransi ini bersifat tabungan tapi penarikannya dalam jangka waktu tertentu yakni selama tiga tahun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masyarakat Pontianak semakin sadar akan risiko yang dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan siapa saja. Sehingga diperlukan alat proteksi diri yang dinamakan asuransi.
Satu di antaranya yang diminati masyarakat adalah asuransi jiwa dengan produk link atau investasi. Keunggulan dari link adalah dapat ditarik dananya ketika dibutuhkan sehingga tidak jauh beda seperti tabungan/saving.
Lius Putera, Pengusa Sembako di Pontianak, mengaku tiap bulannya megalokasikan budget untuk produk asuransi jiwa yang diambil dari satu perusahaan asuransi multinasional yang ada di Pontianak. Ini dilakukan karena merasa terlindungi.
"Saat ini memang baru saya pribadi yang ikut. Tapi nantinya kalau berkeluarga tentu juga untuk keluaga, karena adanya asuransi bisa jadi prospek yang baik ke depannya bagi anak dan cucu," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (10/4/2012).
Tak sembarangan asuransi jiwa yang ia pilih. Selain melihat perusahaan asuransi, tapi juga produk jiwa yang ditawarkan. Dengan biaya bulanan Rp 500 ribu, ia tak hanya memproteksi diri tapi juga sekaligus bisa berinvestasi.
"Asuransi ini bersifat tabungan tapi penarikannya dalam jangka waktu tertentu yakni selama tiga tahun," katanya.
Lanjutnya, bila ingin berobat sesuai dengan pertanggungan asuransi, maka ia bisa merujuk pada rumah sakit di Kota Pontianak yang memiliki pelayanan bagus. Tak hanya itu bahkan bisa pengobatan di Malaysia dan Singapura.
Pengusaha muda di Tanjung Raya II, Hartono alias Atie, mengaku tertarik dan membeli produk asuransi jiwa yang dilengkapi investasi karena dinilainya memberikan manfaat yang sangat besar di masa sekarang ini, terutama yang menyangkut keuangan keluarga.
"Asuransi jiwa sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan yang serba mahal. Soalnya asuransi jiwa sekarang tak kayak dulu lagi. Asuransi sekarang ada investasinya dengan bunga 3 kali lipat dari bank, serta ada santunan kesehatan, santunan biaya hidup, santunan ruamah sakit, santunan jiwa kalau meninggal, serta santunan kecelakaan," katanya kepada Tribun, Selasa (10/4).
Dengan begitu, ia menambahkan, apabila terjadi musibah dan perlu menarik uang tabungan di bank. Jadi untuk jaman sekarang, kita menabung di asuransi jiwa lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Selain itu, saat ini penyakit berbahaya terlampau banyak, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan lainnya.
Oleh sebab itu, sebagai pencari nafkah apabila kita memiliki asuransi jiwa khususnya yang memiliki jaminan tabungan. Seandainya terjadi sesuatu atau sakit kritis, tabungan kita akan dilanjutkan perusahaan asuransi tempat kita membeli premi hingga usia 65 tahun meskipun kita baru menjadi nasabahnya selama 3 bulan. Fasilitas demikian menjadi satu di antara keuntungan bagi nasabah.
Kendati demikian, jangan asal membeli premi asuransi. Yakni harus bisa memilah perusahaan yang terbaik dari yang baik karena kita menitipkan uang kepada mereka. Sementara untuk mendapatkan informasinya dapat diperoleh di majalah atau koran seperti harian Kompas.
Menurutnya, asuransi yang terbaik adalah asuransi yang memiliki aset paling tinggi dan banyak meraih penghargaan serta menjadi nomor satu.
Selain itu, perhatikan tingkat Risk Based Capital (RBC) perusahaan asuransi tersebut. Karena sesuai ketentuan Kementerian Keuangan RBC harus 120 persen. RBC adalah jumlah aktiva yang diperkenankan dikurangi dengan total kewajiban.
Pengusaha lainnya, Merry, mengatakan asuransi jiwa sangat penting dan bermanfaat untuk ahli waris, terutama pada mereka yang tidak memiliki tabungan untuk masa depan ahli warisnya. Sehingga dengan membeli premi asuransi setidaknya akan membantu meringankan ahli waris ketika kepala keluarga atau pencari nafkah mendapat musibah.
Ia menambahkan, pada dasarnya manusia bukan mengharapkan keuntungan dari premi asuransi karena tidak ada seorangpun yang mau celaka. "Namun, risiko atau musibah yang terjadi tidak ada yang tahu, sehingga kita membutuhkan alat proteksi diri untuk ahli waris sehingga dapat meringankan bebannya," ujarnya.
Meskipun begitu, saat ini banyak jenis asuransi yang ditawarkan sehingga ada yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat memproteksi diri (asuransi) dan sebagai alat investasi (tabungan) yang dinamakan unit link.