Style Blitz Tribun

Modif Land Cruser Rp 200 Juta

Di usia 60 tahun, pria itu masih tetap aktif di setiap kegiatan off-road, baik kompetisi maupun country road

Editor: Jamadin
zoom-inlihat foto Modif Land Cruser Rp 200 Juta
Land Cruser Pacu Adrenalin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beragam cara dilakukan orang untuk memenuhi kepuasan. Mulai dari yang biasa-biasa saja hingga kegiatan ekstrem yang bisa memacu adrenalin. Off-road misalnya. Hobi off-road bisa membuat geleng-geleng kepala.

Bayangkan saja, untuk mengubah satu unit mobil standar menjadi kendaraan yang siap mengikuti off-road, dibutuhkan biaya minimal Rp 200 juta.

Itu pun belum mencapai perubahan sempurna. Sebuah angka yang tidak sedikit. Namun kalau sudah jadi hobi, jumlah seperti itu tidak akan menjadi penghalang.

Sumarno, misalnya. Di usia 60 tahun, pria itu masih tetap aktif di setiap kegiatan off-road, baik kompetisi maupun country road.

Purnawirawan TNI AD Kodam Kesatuan Paldam, yang tinggal di Jl Gusti Hamzah Gg Pancasila V ini bergabung di Indonesia Off-Road Federation (IOF) Kalbar sejak tahun 2004.

Pada tahun itu dia sudah memiliki sebuah Jeep Toyota Hartop 4200 CC tahun 1981 buatan Jepang. Mobil itu selalu menemaninya saat  bertugas di kesatuan Paldam Kodam.

Setelah pensiun, kegilaannya pada mobil Jeep ini makin bertambah jadi. Ia sering ikut berbagai event seperti di Putusibau, Nanga Pinoh, Sintang, Landak, Senakin, Sui Ambawang, Tayan bahkan keluar Kalbar seperti di Wonogiri dan Malaysia.

Sekitar tahun 2007, Sumarno membeli sebuah mobil Jeep Toyota Hartop Land Cruiser 4200 CC 6 cilinder tahun 1980 made in Japan. "Dulu saya pegang lima mobil, seperti C-7 produk USA, Katana, Toyota Ceroke, namun semua itu sudah saya jual dan ganti dengan mobil Jeep jenis Toyota Land Cruiser ini," jelasnya.

Menurutnya, penggemar off-road memang sudah harus siap mengeluarkan dana yang tidak sedikit. "Bukan itu saja, waktu juga bakal banyak yang tersita," ujarnya.

Menurutnya, tidak sulit menyulap mobil menjadi kendaraan off-road. Rata-rata kendaraan yang dipakai untuk off-road adalah Jimny atau Hardtop. Jimny memiliki keunggulan memiliki body ramping, tinggal mengubah mesin (kalau perlu) dan kaki-kaki mobil. Hardtop dari bentuknya memang sudah memiliki keunggulan. Body mantap plus tenaga kuat. "Yang susah, kalau CC kecil, pas dipakai di jalan yang terjal," katanya.

Untuk sebuah mobil off-road-nya dia menghabiskan dana sekitar Rp 100 - 250 juta, tergantung kelengkapan mobil, apa yang harus disiapkan.

"Saya pernah dapat juara, namun di event kecil saja, hadiannya tidak terlalu besar. Tujuannya pun hanya silaturahmi pecinta offroad antarnegara," jelasnya.

Dukungan Istri

Kalau sudah hobi, apa pun bakal dikorbankan demi hobi itu. Di Wonogiri, banyak para off-roader bermunculan. "Kita cukup disegani kalau di Jawa," kata Sumarno. Soal waktu dan uang, jangan ditanya lagi. Kadang para ofraider yang lain dalam satu kegiatan saja, harus rela jauh dari keluarga berhari-hari," ujar Sumarno.

Namun beda dengan Sumarno yang mendapat dukungan penuh dari istrinya. Tak jarang, sang istri ikut mencoba mengendarai mobil off-road saat berlatih bersama. "Kebetulan istri hobi juga dengan mobil. Jadi nggak masalah. Malah dia suka bawa mobil itu, Kadang setiap event istri selalu saya bawa," imbuhnya.

"Ternyata mereka senang. Banyak juga kawan-kawan yang suka ajak istri atau keluarga mereka kalau sedang latihan," katanya. Selain itu, banyak hal lain yang bisa didapat dari hobinya itu.
"Buat yang suka otak-atik mobil, bisa puas untuk bongkar
mobil, karena kita selalu cek kondisi mobil," katanya.

Kadang untuk sekali turun event-event lokal, Sumarno harus merengguh koceknya sekitar Rp 5 juta -10 juta. "Itu di lokal, kalau di luar Kalbar sekitar Rp 30-40 jutaan, bahkan lebih mahal ke daerah Jawa di banding Malaysia," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved