Style Blitz Tribun
Latih Ketenangan
Ia mengatakan lebih tertarik untuk melakukan adventure untuk jalan-jalan yang belum pernah ia kunjungi, seperti perbatasan dan sebagainya.
Editor:
Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Pengda Indonesia Offroad Federation (IOF) Kalbar, Anugrah Rahmanto (48), mengatakan, adventure melewati medan yang terjal dan berbahaya tak hanya menantang dan memacu adrenalin, tetapi juga dapat melatih diri lebih tenang dalam menghadapi masalah.
Anugrah Rahmanto atau lebih dikenal Nunuq mengatakan sosok mobil tangguh yang digunakan untuk offroad, menggambarkan medan yang dilalui memang sangat berat tak hanya medan lumpur, jalan rusak dan berlubang, berbatu, bahkan sungai pun dilalui. Hobinya mengendarai mobil yang dapat melalui medan berat ini dikatakannya sejak tahun 1992, berawal dari penyesuaian diri terhadap pekerjaan yang bergerak di bidang bina marga, perencanaan jalan dan jembatan Dinas PU Provinsi Kalbar.
"Hobi saya mengendarai mobil offroad malah menunjang pekerjaan, karena untuk perencanaan jalan dan jembatan biasanya aksesnya susah. Dengan hobi saya sekarang ini jelas sangat membantu tugas saya," ujarnya, Minggu (1/4/2012) lalu.
Nunuq juga menuturkan beratnya medan yang harus dilalui, baik saat adventure maupun dalam kompetisi dikatakannya sebagai ajang pelatihan diri. Tak hanya melatih untuk terampil mengemudikan mobil agar bisa melewati medan akan tetapi juga melatih ketenangan.
"Banyak sekali manfaat yang saya rasakan, dengan mobil offroad kita dilatih untuk tetap tenang agar kita bisa lolos dari medan yang harus dilewati. Jika kita sudah terbiasa dengan tantangan dan kita bisa tenang, maka dalam kehidupan nyata kita juga bisa tenang dalam menghadapi masalah," ungkapnya.
Ia mengatakan lebih tertarik untuk melakukan adventure untuk jalan-jalan yang belum pernah ia kunjungi, seperti perbatasan dan sebagainya. Biasanya ketika melakukan adventure ia bersama dengan tim juga melakukan bakti sosial dengan masyarakat setempat.
Hingga saat ini ada ekspedisi perbatasan sudah sering dilakukan, seperti ujung hulu kapuas hingga Tomajo, dari Pinoh hingga Kalimantan tengah juga sudah. Akan tetapi dikatakannya Daerah Seluas hingga Entikong dan Putusibau sanpai dengan perbatasan Kaltim belum pernah ia lakukan.