Style Blitz Tribun

Berpengaruh terhadap Interaksi Sosial

Memberikan barang untuk anak juga harus dibatasi, sesuai dengan fungsi dan kebutuhan sang anak.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketika memilih suatu barang untuk sang anak, kadangkala orangtua lebih mengedepankan rasa sayang semata. Namun pada akhirnya karena dengan selalu menuruti kemauan, akan berdampak kepada psikologi anak.

Hal itu dikatakan Fitri Sukmawati, psikolog yang juga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) bagian Psikologi Klinis.

"Memberikan barang untuk anak juga harus dibatasi, sesuai dengan fungsi dan kebutuhan sang anak. Supaya anak tidak tumbuh menjadi tipe orang yang tidak sabar, egois, dan sulit diatur,"
katanya.

Maka itu dia menyarankan orangtua menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Orangtua harus bisa menjadi teman bermain, guru, dan panutan sang anak.

"Paling utama, jangan membelikan anak mainan yang akan membuat menjadi individual, karena berpengaruh terhadap interaksi sosial," kata Fitri.

Bermain juga merupakan sarana bagi anak utuk mengekspresikan diri. Maka itu sebaiknya mainan yang dipilih hendaknya mampu mengeksplorasi kemampuan anak kepada hal positif. Sehingga anak dapat mengembangkan bakatnya.
 "Namun prioritas anak adalah tetap belajar dan sekolah," ucapnya.

Selain dibelikan barang, anak-anak juga sangat membutuhkan perhatian orangtua. Di era teknologi yang semakin canggih sekarang, semestinya kesibukan kerja tidak menghalangi orangtua untuk berkomunikasi dengan anaknya.

"Kita harus memanfaatkan teknologi. Sering SMS dan telepon anak untuk mengecek bagaimana keadaannya, dan apa yang sedang dilakukan," ucap Fitri.

Dia menyarankan agar orangtua meluangkan waktu beberapa saat untuk sharing dengan anak. Menjadi pendengar yang baik, biarkan anak bercerita tentang apa yang dia alami, apa saja hal menarik baginya, apa yang membuatnya kesal, sedih, dan sebagainya.

"Menghabiskan waktu sehari penuh bersama anak dan keluarga ketika hari libur untuk berekreasi ke tempat wisata, jalan-jalan atau sekedar bermain di taman bermain juga cukup berarti bagi anak," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved