Tolak Kenaikan BBM

Warga Kesal Antre BBM

Antrean panjang di SPBU memantik keprihatinan pengusaha Kalbar, Herry Sutjiarto.

Tayang:
Editor: Jamadin

Hamadi mengatakan, jatah BBM yang dikirim Pertamina sebanyak 24 kiloliter tidak bisa mencukupi permintaan masyarakat.

Untuk kasus penimbunan, di SPBU 6478103 belum pernah ditemukan. "Biasanya kalau ada pelanggan yang terus-terus mengisi, kita suruh minggir. Kita juga selalu beritahu petugas kalau ada mobil yang mencurigakan," tuturnya.

Sales Representative Pertamina Kalbar, John Haidir, yang dihubungi Tribun, Rabu malam, mengatakan, untuk mengatasi tingginya permintaan masyarakat, Pertamina telah menambah stok setiap SPBU sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing SPBU.

"Karena ada isu harga BBM naik, tren permintaan naik drastis dan penambahan ke SPBU juga dratis. Oleh karena itu, masyarakat tidak usah panik tidak ada BBM," ujarnya.

Ia memaparkan, beberapa SPBU yang kehabisan stok pada sore hari bisa saja disebabkan mobil tangki pengangkut BBM yang terlambat tiba di SPBU, akibat permintaan yang tinggi.

Untuk pengawasan di lapangan, seperti di SPBU, Pertamina telah mengoordinasikan dengan aparat kepolisian. Setiap SPBU ditempatkan dua personil polisi untuk mengawasi transaksi jual beli BBM.

John merincikan, stok BBM untuk Kalbar yang tersedia adalah premium 5.930 kiloliter untuk 4,3 hari, solar 12.000 Kl untuk 6,3 hari, dan minyak tanah 359 Kl untuk 3 hari.

Sementara kebutuhan BBM untuk Pontianak adalah premium 400 Kl dan solar 195 Kl, sedangkan kebutuhan BBM Kalbar, premium 1.350 Kl dan solar 750 Kl.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved