Style Blitz Tribun
Didatangkan dari Luar Negeri
Saat ini rumah Rosmini penuh dengan guci beragam harga Rp 5 ribu hingga Rp 11 juta
Sang suami yang bertugas di Dinas Perhubungan Laut mendukung penuh hobi Rosmini dengan membantu mencari guci di Singapura, China dan Thailand. Guci itu dibawa melalui jalur laut dan berakhir di Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Wanita yang mengambil pensiun dini pada Dinas Kesehatan ini mengatakan, untuk memulai koleksinya pada tahun 1985, dia mengabiskan sekitar Rp 10 juta. Namun seiring bertambahnya tahun, selain hobi mengkoleksinya, Rosmini juga mengambil peluang dengan membisniskannya.
"Pada awalnya banyak yang suka kemudian membeli guci saya, makin lama makin banyak yang beli. Akhirnya hobi berjalan beriringan dengan bisnis," kata Rosmini.
Untuk mendapatkan guci yang sebagian besar didatangkan dari luar negeri, pensiunan Puskesmas Purnama ini mengaku telah menghabiskan uang ratusan juta rupiah demi mendapatkan barang- barang antik ini.
Saat ini rumah Rosmini penuh dengan guci beragam harga Rp 5 ribu hingga Rp 11 juta. "Setiap tahun saya pasti membeli guci-guci langsung dari Singapura. Tetapi ini barang China dan Tahiland, sementara Singapura transit saja," katanya.
Rosmini mengoleksi sekaligus menjual guci dari berbagai jenis termasuk jenis retak seribu, pancawarna, biru air mas dan motif antik. "Tidak hanya berupa guci, ada juga jenis patung- patung dewa yang semuannya saya beli dari luar negeri," tuturnya.
Keseluruhan guci ini dirawat dengan cara mengelap yang dilakukan sekali dalam satu sampai tiga pekan. "Saya tidak terlalu percaya kalau orang lain yang merawat guci, bahkan suami pun tidak. Terkecuali mau memindahkannya," tandasnya.