Style Blitz Tribun

Tanaman Hias Bernilai Ekspor

Tapi semua itu tergantung dari jenis bakalannya itu sendiri

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tanaman hias seperti bonsai yang dibudidayakan para penangkar di Pontianak, ternyata telah mampu menembus pasar ekspor ke Asia yakni Malaysia dan Thailand. Biasanya, pemesan meminta ratusan batang bonsai diterbangkan ke kedua negara itu melalui jasa kargo.

Adalah Beni (37), satu di antara penangkar tanaman hias yang berlokasi di belakang GOR Pangsuma Pontianak ini yang rutin melakukan ekspor tanaman hias tersebut.

Beni sendiri telah bergelut dalam bisnis tanaman hias ini sejak  tahun 2004. Dikatakannya, untuk menjadikan bonsai siap dijual bisa memakan waktu 5 sampai 10 tahun. "Tapi semua itu tergantung dari jenis bakalannya itu sendiri," ujarnya.

Menurutnya, gaya pembentukan bonsai di Indonesia di dasari bentuk klasik, terutama  Jepang. Selanjutnya, gaya pembentukan bonsai dipengaruhi perkembangan bonsai di negara-negara lain, seperti Taiwan dan China.

Namun pecinta tanaman hias ini sudah bisa mengembangbiakan bonsai ini di tempatnya, sehingga tidak perlu harus jauh-jauh pesan ke luar negeri. "Yang kita sediakan ada jenis anting putri, sianci, jeruk kingkit, lantana, jambu kerikil, sakura, siato, buah dewa, serut, susir, dan Okiati," terangnya

Untuk harga, Beni mematok dari jenisnya, yaitu berkisar antara Rp 100 ribu bahkan ada yang ratusan juta rupiah. Dan untuk penjualannya juga merambah Jakarta, Yogyakarta, Surabaya.  

"Namun peminat bonsai di Kalbar sangat kurang, kebanyakan pembelinya dari daerah luar Kalimantan barat. Bahkan ada yang jauh datang dari Tahiland," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved