Kapolda Kalbar Ancam Provokator
Kota Pontianak yang kembali damai, terusik video rekayasa bentrokan antar-kelompok yang diduga ulah provokator.
Polda Kalbar telah menerjunkan tim untuk menyelidiki dan menyergap provokator yang menyebarkan video bentrokan melalui Youtube. Diduga kuat video bentrokan antar-kelompok itu hasil rekayasa.
"Saya tegaskan, tidak ada Perang FPI vs Dayak. Yang terjadi hanya aksi unjukrasa yang dilakukan dua kelompok. Saat ini situasi sudah aman dan terkendali. Kedamaian yang tercipta berkat peran serta seluruh tokoh agama, masyarakat dan pemerintah daerah serta TNI yang membantu Kepolisian," tegas Kapolda Kalbar Brigjen Unggung Cahyono di Pontianak, Sabtu (17/3/2012).
Para pengunggah video itu diyakini berusaha memprovokasi dengan tujuan dan kepentingan tertentu. Perbuatan provokasi seperti ini telah melanggar hukum, karena berpotensi meresahkan masyarakat.
"Pembuat video itu kami selidiki, dan kami jerat pasal penghasutan. Apalagi menggunakan kata- kata perang," tegas Kapolda. Polda Kalbar menjalin koordinasi dengan intansi pemerintah dan para ahli kompeten untuk menguak dan memburu para provokator.
"Kami koordinasikan dengan intansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan ahli. Bersama-sama kami lakukan penyelidikan, dan saya tegaskan lagi, di Kalbar tidak ada perang," tandasnya.
Kapolda juga memperingatkan agar tak ada yang coba-coba menyebarkan-luaskan video rekayasa itu. Setiap orang yang terlibat penyebaran video provokatif itu akan ditindak tegas, sesuai hukum berlaku.
"Menyebarkan video seperti itu akan menimbulkan sikap yang tak baik pada masing-masing kelompok. Kepada masyarakat Kalbar, jangan mempercayai hal-hal seperti itu (video). Kadang gambar-gambar tersebut hasil peristiwa di tempat lain, lalu seolah-olah terjadi di Kalbar. Mari suasana yang sudah damai kita pertahankan," imbaunya.
Pangdam Tanjungpura, Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis mendukung penuh langkah aparat Kepolisian menjaga keamanan. "TNI akan selalu membantu sesuai fungsi Kodam. Sudah betul langkah yang dilakukan Kapolda," kata Mayjen Erwin.
Ditunggangi Politik
Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (Sekum DAD) Kalbar, Ibrahim Banson mendukung tindakan tegas Kepolisian. Ia minta aparat Kepolisian mengusut tuntas video provokatif tersebut. Tak hanya menyelidiki, tapi pelaku yang menyebarkan di dunia maya agar ditangkap karena memberi gambaran Kalbar tak baik di dunia luar.
"Saya bisa katakan penyebar itu (video) pembunuh berkepala dingin. Siapapun dia, karena telah meresahkan masyarakat Kalbar di dunia luar. Kalau di Amerika itu teknologi untuk kemajuan bangsanya, tapi di Indonesia kadang teknologi disalahgunakan. Untuk itu, tak hanya ditutup, tapi ditangkap," tegas Ibrahim Banson.
Menurut Banson, beredarnya video tersebut tentu ada yang membuat. Membuat berarti menggunakan tangan manusia melalui jari-jarinya yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Maka dari itu, dapat diselidiki oleh tangan dan jari manusia juga.
"Pelakunya dapat, tangkap, ikat, dan bila perlu rendam di air. Biar hatinya bersih, semuanya kan suka yang bersih. Kondisi dua hari terakhir yang segar dan kondusif, harus dipertahankan. Jangan lagi terpancing hal-hal seperti itu. Kalau ada unsur sengaja atau tidak sengaja (penyebaran video), harus tetap diproses hukum," tandas Ibrahim Banson.
Polisi juga harus mengusut, apakah peristiwa yang terjadi itu dirancang atau memang spontan. "Termasuk jika pelaku perancangnya masyarakat adat, harus ditangkap juga. Bagi mereka yang belum puas, menciptakan suasana dan mengembangkannya tentu perlu dicegah, termasuk melalui dunia maya dengan hal-hal tersebut," jelasnya.
Banson menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah, aparat keamanan TNI/Polri, serta Gubernur Kalbar Cornelis yang bergerak cepat memulihkan keamanan Kalbar.
Spirit menguatkan kedamaian yang sama disampaikan Ketua Bela Negara dan Jihad DPD FPI Kalbar, Afly Herlambang. Ia minta aparat Kepolisian segera menutup video tersebut, karena merupakan tindakan provokatif.
"Yang jelas bukan FPI dan tidak ada pakaian putih dipakai saat itu (15 Maret). Kami meminta situs tersebut segera diblokir, itu bisa membuat orang terprovokasi. Membangun opini untuk mengadu-domba. Jangan sampai kedamaian masyarakat Kalbar terganggu," kata Afly Herlambang.
FPI mencermati dari peristiwa yang terjadi sudah berbau tunggangan politik. FPI sejak awal sudah berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Kalbar. "Kita komitmen bagaimana Kalbar ini bisa aman dan bisa terbangun. Kita sudah capek diusik-usik. Padahal selama ini kami tak pernah memiliki catatan hitam," tegas Afly.
"FPI selama ini untuk mempersatu umat, bukan memecah belah umat. FPI selama itu tak pernah membakar kantor, melakukan tindak kriminal. Tolonglah hargai kami. Kepala media juga diharapkan selalu kroscek sebelum memberitakan sesuatu," harapnya.
Pererat Silaturahim
Tokoh Kalbar, H Uti Konsen berharap Kalbar aman dan nyaman serta segenap warga hidup rukun. Kendati di Pontianak sempat terjadi kesalahpahaman, di Ketapang tetap aman dan damai.
H Uti pun menyarakan segenap umat Islam meneladani Nabi.
Mengamalkan empat konsep dasar. "Sampaikan salam, pererat tali silaturahim, beri makanan, salat waktu malam, maka dipastikan masuk surga," kata H Uti Konsen.
"Cukup lakukan empat hal itu, salam, tali silaturahim, beri makanan, dan salat diwaktu malam. Saya sampaikan ini kepada Kapolda, dan Insya Allah masyarakat Kalbar, termasuk Ketapang ini hidup aman dan damai. Tak terpengaruh aksi-aksi apapun," tuturnya.
Menurut H Uti Konsen, silaturahim bukan hanya terhadap sesama umat Islam, tetapi semuanya. Seperti yang dilakukan Nabi Muhammad saat hijrah saat bertemu nonmuslim.
"Ketika ada demo, coba pemerintah menampungnya dan beri makan dan minum, lalu dengar dan tampung aspirasinya. Saya yakin pasti sudah lupa mau demo lagi. Contoh lainnya, semut suka dengan gula, tapi tidak pernah sakit gula. Karena semut setiap ketemu itu bersalaman," jelas H Uti Konsen.
"Nabi telah mengajarkan kepada kita. Jangan menyiksa binatang, dan melukai tumbuhan. Kalaupun memotong harus dengan pisau yang tajam. Apalagi dengan sesama manusia, kita harus saling menghargai dan tolong menolong," tandasnya.
"Contoh ketika ada kecelakaan. Apakah kita tanya dulu, agamamu apa, bru kita tolong, kan tidak! Berarti kita itu sebenarnya sudah ada empat hal dasar tersebut. Kembangkanlah budaya itu, pasti kita bisa hidup aman dan damai," tandas H Uti Konsen.
Dampak Negatif
Hingga kemarin, aparat Kepolisian masih menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di jalanan Pontianak. Meski kedamaian telah tercipta kembali, menurut Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, perlu pemeliharaan.
"Aktivitas masyarakat sudah berjalan lancar dan sangat kondusif. Namun demikian kita tetap waspada. Pasukan tetap berada di lapangan, untuk mengantisipasi. Karena kebetulan juga bertepatan malam Minggu, ada aksi kebut-kebutan dan sebagainya," kata AKBP Mukson.
Sebagai bentuk antisipasi, seluruh jajaran Kepolisian, Sabtu kemarin tetap berdinas dan melakukan apel bersama di Mapolda Kalbar. Kabid Humas berharap keamanan yang sudah kembali tercipta ditingkatkan terus.
Mengenai tiga orang korban luka di Jalan Veteran, AKBP Mukson meminta segera membuat laporan polisi. "Silakan kepada tiga korban membuat laporan polisi. Silakan lapor Polresta Pontianak untuk diambil keterangannya dan dilakukan penyelidikan," imbaunya.
Anggota DPR RI, Karolin Margaret Natasha pun mengimbau masyarakat agar tak mempercayai isu-isu yang bermunculan. "Karena saya tahu memang banyak isu berkembang di masyarakat yang tak sesuai kenyataan. Tetap jaga ketenangan dan ketenteraman masyarakat," tegas Karolin.
"Sebagai wakil rakyat Kalbar di pusat, saya sudah berupaya maksimal dengan menghubungi Komisi III dan Komisi I DPR. Dan, bersyukur Kapolri langsung merespon kondisi yang terjadi di Kalbar, dengan mengirimkan pasukan Brimob untuk membantu pengamanan Kalbar," tuturnya.
"Saya berharap seluruh masyarakat mempercayakan kondisi yang ada kepada aparat keamanan, dalam hal ini Kepolisian yang dibantu TNI. Tak perlu ada demo-demo lanjutan, di manapun di Kalbar," imbaunya.
Saat ini DPR sedang menggodok UU Keormasan, menindaklanjuti masalah tuntutan masyarakat di beberapa tempat. "Dengan begitu ke depan kita berharap Ormas-ormas yang ada di Kalbar lebih tertib. Artinya, pemerintah dan DPR tidak tinggal diam dengan tuntutan masyarakat," tegas Karolin.
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Nicodemus R Toun pun mengingatkan imbas dari masalah beberapa hari lalu. "Ada aktivitas ekonomi yang terganggu. Para pelajar Kota Pontianak juga diliburkan. Jadi kita harus menyadari, yang rugi seluruh masyarakat Kalbar, bukan satu kelompok tertentu," tegas Nicodemus.
Politisi Demokrat ini mengimbau masyarakat saling memaaf dan tetap bersatu. "Jika ada kesalahan, sebagai saudara, sebangsa dan satu keluarga besar masyarakat Kalbar, mari saling memaafkan. Untuk semua tokoh masyarakat, semua komponen, mari sama-sama mendinginkan suasana. Bersama-sama mencari solusi dengan pendekatan sesuai kultur Kalbar," imbaunya. (tribunpontianak edisi cetk/rhd/sbs/hsm)