Eco Style Tribun

Gaya Hidup Pembayaran Elektronik

Kartu kredit adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk melakukan transaksi.

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini masyarakat  cenderung mulai gandrung memakai alat pembayaran elektronik, baik berbentuk kartu maupun uang elektronik, satu di antaranya kartu kredit yang telah jadi kebutuhan.

Bagi sebagian pebisnis, kartu kredit tak hanya sebagai alat pembayaran yang sah, tapi juga sebagai alat yang aman untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang besar.

Oleh karena itu, jarang ada kalangan pengusaha yang tidak memiliki kartu kredit. Apalagi promo dan fasilitas yang diberikan penerbit kartu kredit makin gencar saja.

Pengusaha Otomotif Pontianak, Adi Gunawan, mengatakan kehadiran kartu kredit sangat bermanfaat dan dibutuhkan untuk melakukan berbagai transaksi. Alasannya, perkembangan teknologi yang semakin canggih dan tingkat kriminal yang dapat datang kapan saja, sehingga 'mengharuskan' memiliki kartu kredit.

"Kartu kredit adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk melakukan transaksi. Sangat bermanfaat dan memudahkan, karena tidak memungkinkan kita membawa uang dalam jumlah  besar setiap hari," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.

Ia mencontohkan, ketika ada hal yang urgensi seperti dapat musibah atau ke rumah sakit bisa ditalangi dengan kartu kredit. Kartu kredit saat ini juga lebih aman, karena sudah menggunakan chip bukan lagi gesekan magnet.

Kendati demikian, Adi mengaku ada kalanya ia membayar tunai setelah transaksi selesai meski lebih banyak menggunakan kartu kredit karena dirasakan lebih aman dan tidak repot tanpa membawa duit yang banyak saat bepergian.

Di sisi lain, manfaat yang dirasakan adalah mendapatkan fasilitas dan promo diskon dari penerbit kartu. Khusus pengguna Kartu World penerbit Mastercard atau Visa Infinity penerbit Visa mendapatkan fasilitas berupa check in saat pergi ke luar kota atau keluar negeri serta free menggunakan fasilitas lounge.

Sedangkan jika keluar negeri tidak perlu repot tukar mata uang setempat untuk membayar belanjaan, cukup dengan kartu kredit. "Tentunya pada kasir yang ada logo Visa atau Mastercard, serta nilai tukarnya juga sama dengan yang berlaku pada hari itu," tutur Adi yang memiliki tiga buah kartu kredit.

Pengusaha EO, Alik R Rosyad, mengatakan, kartu kredit bukan lagi produk prestise yang dimiliki atau digunakan oleh kalangan tertentu. Melainkan sebagai alat memudahkan pembayaran transaksi.

"Kartu kredit bukan lagi prestise kecuali awal-awal mungkin, sebagai pengusaha saya merasa terbantu dengan adanya memiliki kartu kredit sehingga tidak perlu selalu membawa uang kas," tuturnya.

Alik menambahkan, kartu kredit apabila digunakan di luar negeri akan lebih memudahkan khususnya saat bertransaksi dan tidak membawa uang tunai. "Dengan kartu kredit pembayaran yang dilakukan setelah transaksi dapat diterima di luar negeri meskipun tanpa menukarkan mata uang negara tersebut," ujarnya.

Hal senada dikatakan, pengusaha Advertising, Edy Zaidar. "Dengan adanya kartu kredit kita tidak perlu bawa banyak uang tunai, karena kita bisa membayar dengan menggunakan kartu kredit," ujarnya yang lebih banyak digunakan untuk belanja kebutuhan rumah tangga.

Sementara baik Alik maupun Edy, mengaku, penggunaan kartu kredit perlu dikontrol dan dibatasi agar tidak menjadi konsumtif.

 "Selain itu, harus pintar-pintar menggunakannya kalau tidak bukan untung tapi malah rugi, karena akan berbunga dan seterusnya," tutur mereka.

Sebaliknya, Pengusaha Kontraktor Pontianak, Niswatul Ulya, mengatakan kartu kredit perlu dimiliki tapi tetap sebagai alat pembayaran yang nomor dua bagi dirinya.

Ia mengaku cenderung menggunakan kartu kredit apabila ada promo fasilitas atau diskon harga. "Kartu kredit perlu dan harus dimiliki tapi nomor dua tergantung kebutuhan. Saya lebih dominan menggunakan kartu debet, uang kas saja jarang tapi debet," tandasnya.

Ia mengaku, kaum perempuan sangat berbahaya kalau menggunakan kartu kredit dalam limit yang besar. Karena kebiasaan perempuan adalah shopping, untuk itu perlu diperhatikan dan dikontrol penggunaannya. Alasan itu pula, membuatnya lebih memilih menggunakan kartu debet daripada kartu kredit.  

Kendati demikian, Niswatul Ulya yang biasa disapa Anis, mengatakan keuntungan pemegang kartu kredit dengan limit terbatas bisa digunakan untuk bisnis. Selain lebih aman, juga bisa dijadikan motivasi mencari duit lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan memiliki kartu kredit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved