Style Blitz Tribun
Jazz dapat Nenangkan Jiwa
Akhirnya, saya kecantol dengan Incognito (grup musik jazz) sampai sekarang
Anto, panggilan akrabnya, merupakan satu di antara penikmat musik jazz. Koleksi album jazz nya sudah lebih dari 50 album. Dia mengaku terpesona dengan eksotisme jazz sejak 1995. Kala itu, grup band Toto asal California, Amerika Serikat, sedang ngetop dengan lagu-lagunya yang kental dengan warna jazz. Sejak itu, ia mulai mencari tahu musisi-musisi jazz lain.
"Akhirnya, saya kecantol dengan Incognito (grup musik jazz) sampai sekarang," katanya.
Menurut Anto, irama jazz yang dibawakan Incognito, lebih nge-bit, sehingga sanggup membawa suasana lebih hidup, dan memancing orang yang mendengar untuk bergoyang.
Ketertarikan Anto kepada musik jazz, membawanya lebih dekat dengan sejumlah musisi jazz ternama. Dengan kecintaan yang medalam pada jazz, akhirnya Anto dipertemukan dengan anak perempuan dari seorang saksovonis populer dari Grup Java Jazz, Embong Rahardjo. Anto pun menikahi gadis itu.
Baginya, untuk grup jazz dalam negeri, tak ada yang bisa menggantikan Java Jazz di hatinya. Selain Alm Embong Rahardjo, jelasnya, personel grup Java Jazz lain, seperti Indra Lesmana, Gilang Ramadhan, Mates, dan Donny Suhendra, memiliki kharisma yang kuat.
"Dulu, saat saya tinggal di rumah mertua (Embong Rahardjo) dan Alm Embong masih hidup, hampir setiap hari saya menyaksikan personel Java Jazz berlatih di rumah mertua saya, yang juga saya tempati. Jadi, saya sangat familiar sekali dengan musik jazz dan ngefans banget dengan
band Java Jazz," kenangnya.
Saking cintanya dengan jazz, Anto tak hanya menyimpan album jazz di rumah atau di kantornya. Di mobil maupun di telepon selulernya, senantiasa tersimpan lagu-lagu berirama jazz. "Kapanpun dan dimanapun dibutuhkan, musik jazz selalu ada. Sebab kalau lagi suntuk, saya pasti dengerin musik jazz," ujarnya.
Lingkungan telah membentuknya untuk menyukai jazz. Sebab, selain Anto, keluarganya juga penggemar aliran jazz.