Style Blitz Tribun
PDL Jadi Pakaian Identitas
Pakaian out door, kata Iswono, masih masuk kategori sopan dan tidak melanggar estetika dalam perkuliahan.
Penulis: M Arief Pramono | Editor: Jamadin
Satu di antara penggemar pakaian out door adalah dosen Poltekkes Pontianak, Iswono SKm MKes. Bahkan dia tidak segan mengenakan pakaian tersebut ketika memberikan perkuliahan kepada mahasiswanya di kelas.
Iswono mengaku, pakaian out door adalah bagian dari identitasnya. "Saya ingin orang-orang tahu, bahwa saya ini adalah orang lapangan. Jika di suatu acara itu masih memungkinkan, saya akan kenakan pakaian lapangan," ujarnya saat ditemui Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.
Pakaian out door, kata Iswono, masih masuk kategori sopan dan tidak melanggar estetika dalam perkuliahan. Oleh sebab itu pihak kampus maupun mahasiswa yang diajarnya, juga tidak mempermasalahkannya.
Sejak kecil, Iswono mengaku sudah menekuni hobi kegiatan lapangan. Dimulai dari aktivitas Pramuka, perjalanan hidup membawa dia menjadi Ketua Sakawana Kalbar yang dipercayakan kepadanya hingga saat ini.
Iswono sekarang memiliki sepuluh pasang pakaian out door. Itu didapatkannya dari konter- konter di Kalbar maupun di Pulau Jawa. "Kalau sedang ada kegiatan di Jawa, biasanya saya mampir ke konter out door untuk mencari kebutuhan lapangan," katanya.
Pakaian lapangan dinilai Iswono sebagai jenis pakaian yang praktis. Apalagi sekarang, penggunanya tidak hanya orang-orang lapangan. "Orang yang bukan pecinta alam, juga banyak yang menggunakannya," ungkap pria kelahiran Pontianak 17 Juli 1968 ini.
Sebenarnya pakaian out door lebih disarankan berwarna terang mencolok seperti merah dan oranye. Namun pada praktiknya, banyak dijual warna-warna gelap seperti hitam, coklat, dan hijau. "Kalau untuk style, masih bolehlah. Tapi untuk kegiatan di alam, tidak disarankan berwarna gelap," jelas Iswono.
Luar Negeri
Tokoh Kalbar yang menjadi hakim Mahkamah Konstitusi, Dr HM Akil Mochtar SH MH, juga termasuk penggemar pakaian out door. Namun dia tidak minded pada merek tertentu. "Banyak merek dari dalam dan luar negeri, saya punya," katanya.
Baju out door kegemaran Akil berwarna krem. Baju itu dipadu dengan celana berwarna gelap dan sepatu ket atau boot. Dengan setelan seperti ini, Akil merasa nyaman untuk pergi ke mal.
"Kalau ke mal atau ke objek wisata alam, saya biasa gunakan pakaian seperti itu," ungkapnya.
Di saat butuh privasi, pakaian out door ternyata cukup mampu menyembunyikan Akil dari orang- orang yang mengenalnya. "Banyak orang mengenal saya, ketika saya menggunakan pakaian resmi. Tapi begitu saya pakai baju out door, mereka jadi tidak kenal saya," kata Akil dengan tawa kecilnya.
Mengenakan pakaian out door, juga membuat Akil merasa lebih muda dan lebih gagah. Kepercayaan dirinya pun meningkat, saat mengenakan pakaian tersebut. "Pakaian out door ini, memang cocok untuk postur saya," kata pria asal Kapuas Hulu kelahiran 18 Oktober 1960 ini.
Bergaya ala lapangan, kata Akil, tidak kalah dengan orang-orang yang mengenakan jenis pakaian modis lainnya. Bahkan menurut Ketua Federasi Panjat Tebing (FPTI) Kalbar ini, pakaian out door punya kelebihan bisa dikenakan di segala tempat.
Sisi kepraktisan inilah, yang menurut Akil menjadi nilai lebih pakaian out door dibanding pakaian jenis lainnya. "Di ruangan atau di luar ruangan, pakaian out door tetap pantas dikenakan," ujarnya.