Style Blitz Tribun

Tuntutan Gaya Hidup

Istilah KW sendiri, menurut Uke artinya "asli tapi palsu", alias tiruan yang hampir sama persis dengan versi aslinya

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Uke Toegimin, perancang busana asal Pontianak menilai perkembangan dunia mode tas di Pontianak berkiblat dari perkembangan di Jakarta.

"Di Pontianak, perkembangan mode tas juga semakin cepat seiring maraknya perkembangan melalui media televisi, majalah, dan media sosial, di mana pengguna kebanyakan adalah kaum dewasa dan ibu-ibu," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu (22/2/2012).

Dia menilai penggunaan tas oleh kaum artis, yang mengenakan tas mahal karena tuntutan gaya hidupnya sebagai seorang panutan. Sehingga apapun yang berkaitan dengan penampilan, akan menjadi hal utama yang harus dipikirkan dalam membangun image.

Sedangkan penggunaan tas oleh seorang politikus atau pengusaha, lebih cendrerung karena fungsi dari tas sesungguhnya dan selera sebagai seorang wanita karier, dengan tidak menyampingkan perkembangan tren.

"Bagi penggemar tas branded sesungguhnya, kebutuhan tas tersebut bukan hanya untuk menaikkan gengsi, tetapi lebih karena perubahan selera pemakainya. Sebaliknya penggunaan tas KW dikarenakan ingin mengikuti tren dan sekedar  menaikan gengsi," pungkas Uke.

Istilah KW sendiri, menurut Uke artinya "asli tapi palsu", alias tiruan yang hampir sama persis dengan versi aslinya. Namun harga yang ditawarkan sedikit miring dibanding dengan tas branded asli, tentu berbeda kualitas dibanding aslinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved