Style Blitz Tribun

Tanamkan Dua Bahasa Sejak Usia Dini

Pembelajaran bahasa asing membutuhkan waktu, sedangkan bahasa Indonesia dapat diajarkan bagi anak dalam sehari-hari

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bahasa Inggris dan bahasa Mandarin bukanlah hal aneh lagi bagi masyarakat Kota Pontianak dan Singkawang. Di era globalisasi saat ini, orangtua berlomba-lomba memberikan pendidikan terbaik pada anak-anak mereka sejak usia dini, khususnya dalam penguasaan bahasa asing.

Pasangan Faridayati (28) dan Tanujaya (32) satu di antara orangtua yang mempersiapkan kemampuan bahasa tiga anak mereka. Sebastian Willard (8), John Constantin (6) dan Celine Krisanty (4) tak lagu canggung berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin.

Ketiga anak ini sudah dikenalkan dua bahasa asing melalui playgroup dan taman kanak-kanak yang menerapkan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.

"Sekarang ini sudah banyak hal-hal yang memerlukan pemahaman bahasa asing, misalnya saja buku-buku sudah banyak yang menggunakan bahasa asing, sehingga perlu bagi anak-anak agar lebih mudah memahaminya," ujar Faridayati kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (23/2).

Pasangan ini mempercayakan sekolah yang memiliki program bilingual method agar anak-anak mereka dapat berkomunikasi ke segala arah.

Sebastian misalnya, saat ini fasih berbahasa Inggris dan Mandarin. Sejak umur dua tahun ia disekolahkan orangtuanya di Playgroup Town for kids. Saat ini ia menginjak kelas 3 di SD Plus Gembala Baik Pontianak. Orangtuanya memberikan les privat sejak 6 bulan terakhir.   

"Pembelajaran bahasa asing  membutuhkan waktu, sedangkan bahasa Indonesia dapat diajarkan bagi anak dalam sehari-hari," jelas warga Jl Tanjungpura ini.

Bukan hanya Sebastian, dua adiknya juga dibekali pendidikan yang sama. Sejak usia dua tahun, John dan Celine juga sudah bergabung di playgroup yang mengadaptasi kurikulum dari berbagai sumber internasional seperti Sunshine Kids di Pontianak.

"Dirumah kita tetap mengarahkan mereka berbahasa Indonesia dan bahasa nenek moyang yaitu Kek, tetapi bahasa Inggris dan Mandarin didapatkannya dari sekolah. Tujuannya, agar mereka
tetap memiliki pengetahuan bahasa yang luas," lanjut Faridayati.

Sebastian justru merasa enjoy mempelajari banyak bahasa. Bocah yang bercita-cita menjadi dokter ini gemar mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin baik dengan guru atau teman-temannya.

"Senang bisa menguasai banyak bahasa. Susahnya hanya di kata," kata Sebastian yang ingin mengunjungi pamannya di Australia ini.

Keluarga lain yang juga membekali anak mereka kemampuan bahasa asing sejak dini adalah pasangan Dian Cahyaningsih (31) dan Erwin Djaya Atmaja (33). Pasangan yang tinggal di Jl Dr Sutomo, Gang Karya Baru 1 ini terlihat asyik menemani tiga buah hatinya Nadine Aulia Utami (6), Malik Surya Cakrapelago (3) dan Lintang Khairunisa Mahatrie (2), belajar bahasa Inggris saat Tribun berkunjung.

"Sekarang ini semuanya sudah mengggunakan bahasa Inggris. Pada waktunya nanti juga, segala pekerjaan mengharuskan syarat penguasaan bahasa Inggris," kata Dian.

 Dian dan suami tetap mengontrol pola belajar anak mereka saat di rumah. Ia mempercayakan Sunshine Kids pada anak-anaknya sejak berumur dua tahun.

"Dulu kita sempat bingung membekali pendidikan anak, akhirnya kita mencari play group yang
memiliki pembelajaran bilingual method. Nadine awal pasif, namun sekarang dia sangat percaya diri dan. Kita memasukkan adik-adinya pada tempat yang sama," ujar Dian.

Erwin yang merupakan wiraswasta ini ingin membiasakan anak mereka memiliki kemampuan baik dalam komunikasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved