Coppa Italia

Ranieri Merasa Dirugikan Wasit

Ranieri menganggap pelanggaran Christian Maggio terhadap Diego Milito di kotak penalti Napoli layak diganjar penalti.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, merasa timnya dirugikan wasit saat dikalahkan Napoli 0-2 pada perempat final Coppa Italia di Stadion San Paolo, Kamis (26/1/2012) dini hari WIB. Ranieri merasa timnya layak mendapatkan hadiah penalti, seperti juga Napoli.

Pada laga itu, Napoli menang berkat dua gol Edinson Cavani, yang salah satunya dari eksekusi penalti. Ranieri menganggap pelanggaran Christian Maggio terhadap Diego Milito di kotak penalti Napoli layak diganjar penalti.

"Ada dua insiden yang seharusnya penalti, tapi wasit Celi hanya melihat satu. Sayangnya kami dihukum penalti. Tapi, saya menyukai performa Inter di babak kedua," ujar Ranieri.

"Saya memasukkan Ricky Alvarez setelah jeda karena saya ingin tim lebih konsisten. Kami tak menekan sesuai dengan yang saya inginkan. Kami menciptakan banyak peluang, tapi (kegemilangan) Morgan De Sanctis dan kesalahan kami membuat kami gagal mencetak gol," lanjutnya.

Pada laga itu, Wesley Sneijder tampil cukup baik dengan beberapa kali membahayakan pertahanan Napoli. Setelah gagal di Coppa Italia, Ranieri berharap Sneijder terus fit agar bisa bermanfaat bagi timnya di Champions League.

"Sneijder pulih sangat cepat dan sudah berlatih keras, jadi saya harap bisa memilikinya dalam kondisi 100 persen di Champions League, karena dia bisa membuat perbedaan," puji Ranieri.

Sementara itu, Ranieri mengaku tak tahu menahu seputar kabar bakal perginya Thiago Motta ke PSG. Satu hal yang pasti, Ranieri berharap agar Motta bertahan di Inter.

"Saya berharap Thiago Motta tidak pergi, karena dia adalah pemain yang sangat penting, tapi saya tak tahu apapun mengenai berita yang ada. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia siap untuk bertahan," jelas Ranieri. (CS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved