Pemilukada Kalbar
Waspadai Politik Identitas
Sangat riskan ketika penggunaan politik identitas digunakan pada 2012 ini. Apalagi ketika hanya dua figur yang muncul yang mewakili dua etnis
Tayang:
Editor:
Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Pengamat Hukum Untan, Gusti Suryansyah, mengatakan sepertinya tidak terhindarkan politik identitas digunakan oleh para figur pada Pilgub Kalbar 2012 mendatang. Dan hak tersebut memang ada untuk menggunakan itu.
"Dalam teori-teori politik itu mengajarkan adanya kebutuhan akan dukungan berbasis primordial, parpol, dan finansial," kata Gusti Suryansyah kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (21/1/2012).
Hal ini ditunjukkan kuat dengan Pilkada Gubernur pada tahun 2007 dan semakin solid dalam Pilgub Kalbar 2012 ini. Munculnya pidato yang berbau agama yang direkam menunjukkan praktek primordial SARA itu nyata.
"Sangat riskan ketika penggunaan politik identitas digunakan pada 2012 ini. Apalagi ketika hanya dua figur yang muncul yang mewakili dua etnis. Ditambah dengan adanya pemikiran inilah saatnya memerintah dan inilah saatnya merebutkan kekuasaan," ujar Gusti Suryansah.