Pemilukada Kalbar
Terapkan Dua Konsep, Ansor-Muhajirin
Keberadaan masyarakat pendatang itu, tidak usah menggunakan teori kenegaraan.
Tayang:
Editor:
Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Membangun Kalbar tidak haanya pada skala etnis tertentu. Kalbar itu adalah masa depan Indonesia, jadi siapapun membangun Kalbar maka program-programnya tidak menggunakan etnisitas.Demikianlah yang kemukakanPengamat Politik dan Tata Negara Untan, Turiman Faturachman Nur
"Keberadaan masyarakat pendatang itu, tidak usah menggunakan teori kenegaraan. Gunakan konsep mujahirin dan ansor saja, Muhajirin itu pendatang dan Ansor itu pribumi. Kalbar itu tidak ada yang otentik, perpindahan agama saja bisa mengikuti etnisitas. Ini hanya terjadi di Kalbar, di daerah lain tidak," kata Turiman kepada Tribunpontianak.co.id, Sabtu (21/1/2012)..
Maka dari itu, tambah Turiman, Kalbar ini tanpa Pemilukada sudah terjadi primordialisme. Dimana sekarang ini dengan primoridilisme ini bisa membangun dan menjaga keamanan di Kalbar.
"Gunakanlah primordialisme ini untuk membangun Kalbar," tandasnya.