Ritual Antar Dewa ke Khayangan
Umat bisa membuat jembatan jodoh untuk dibakar saat Imlek. Jembatan jodoh berbentuk rumah tanpa atap terbuat dari kertas minyak
Tradisi ini dilakukan setiap menjelang perayaan Imlek. Mereka membakar kertas berisi doa-doa yang diletakkan di atas tampah. Gerakan ritmis mengayunkan tampah ke atas lalu ke bawah, mengantarkan dewa pergi ke kayangan.
Upacara Siang Sin Giu Hok mengawali segala ritual pada Imlek dengan mengantarkan dewa ke surga. Selama ritual berlangsung, aroma dupa menyelubungi kelenteng yang telah berusia ratusan tahun.
Mendekati Imlek, akvititas ritual di sejumlah kelenteng yang tersebar di kawasan pecinan ini marak. Mereka juga mulai menghiasi dengan lampion dan hiasan naga.
Sepekan menjelang Imlek 2563, vihara di Kota Medan juga mulai sibuk. Di Maha Vihara Maitreya di Kompleks Cemara Asri, Medan ), para pekerja sibuk membersihkan patung-patung Buddha. Selain itu, di pintu masuk juga sedang dipersiapkan pohon buatan untuk acara pohon harapan.
"Pohon ini nantinya akan jadi pohon harapan pada malam Imlek. Selain diadakan doa bersama, tamu yang datang bisa menggantungkan harapannya di pohon ini," ujar Pengurus Vihara, Rudi.
Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini akan lebih meriah dari tahun sebelumnya. Pasalnya akan dirayakan mulai 22 Januari hingga 6 Februari 2012.
"Pada malam Imleknya akan diadakan doa bersama, pohon pengharapan, pemasangan seribu lentera berkah, pelepasan lampion, dan juga pertunjukan barongsai," katanya. Perayaan Imlek tahun lalu, vihara ini ramai dikunjungi umat Buddha dari berbagai daerah di Sumut.
Di ibukota, bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat menyimpan satu dari sembilan viraha tua. Di Vihara Dharma Jaya atau Xin Tek Bio, paling ramai. Warga banyak memanjatkan doa di 3 altar berbeda.
Berada di Jl Pasar Baru Dalam Pasar No 146, Vihara Xin Tek Bio telah menjadi rumah ibadah umat Buddha sejak tahun 1698. Menyambut Tahun Baru China tanggal 23 Januari nanti, vihara ini akan buka selama 36 jam. Pembukaan vihara nonstop ini 22-24 Januari 2012.
"Pada 22 Januari, pukul 11 malam, lilin-lilin besar mulai dinyalakan. Para penganut agama Buddha sudah bisa bersembahyang," kata Ketua Vihara Dharma Jaya, Santoso Wiyoto.
Datangkan Jodoh
Meski letaknya yang ada di dalam gang, vihara ini tetap bisa menarik perhatian banyak orang. Selain bangunannya yang didominasi warna merah dan emas, vihara ini juga penuh dengan ornamen khas China.
Di sisi kiri dan kanan ruangan, ada ratusan lilin merah beraneka ukuran. Dari yang kecil sampai yang besar, yang paling besar bisa sampai 2 meter. Di langit-langit vihara pun tidak kalah ramai, ada setidaknya lebih dari 50 lampion yang tergantung memenuhi bagian atas ruangan.
Ciri khas dari vihara ini altar untuk berdoa kepada Toa Pe Kong, dewa-dewa utama Kong Hu Cu. Di vihara Xin Tek Bio, selalu ada dewa dapur yang diletakkan di luar bangunan dan dipakai untuk tempat pemujaan.
Tahun ini, ada juga dewa dagang yang ikut dipajang. Vihara ini memiliki 3 altar besar, satu altar di lantai atas dan 2 lainnya di lantai dasar. Altar yang ada di lantai dasar antara lain, altar Hok Tek Cheng Shin yang berisi patung dewa bumi dan rejeki, dan altar Kwan Im. Di setiap altar terdapat lampu-lampu minyak, dupa dan lilin.
Dengan altarnya yang banyak, Anda bisa dengan mudah memanjatkan doa tanpa harus mengantre dan terburu-buru karena harus bergantian. Berbagai doa bisa dipanjatkan di sini. Salah satu kegiatan berdoa yang menarik saat Imlek di sini adalah doa jodoh. Umat bisa membuat jembatan jodoh untuk dibakar. Doa yang dikhususkan bagi mereka yang belum menikah ini bertujuan untuk mendatangkan jodoh.
Jembatan jodoh ini berbentuk rumah tanpa atap dengan jembatan di depan rumahnya. Rumah ini dibuat dari kertas minyak dan dibakar pada Hari Imlek. Ada juga rumah bagi mereka yang sudah menikah. Rumah ini berbentuk rumah utuh tanpa jembatan. Bagi yang sudah menikah, pembakaran rumah ini berguna untuk penyampaian doa agar pernikahannya langgeng dan rukun.
Berbeda dari vihara lain, tempat ibadah ini tidak memiliki jam khusus untuk berdoa. Di sini, para jemaat bisa berdoa kapan saja, selama vihara ini buka. Selain itu, vihara ini membuat kalender terlengkap sepanjang tahun yang diterbitkan pada hari Imlek nanti. Di dalam kalender tersebut, ada ulang tahun para dewa, hari-hari keagamaan dan shio lengkap. (tribunnews/kompas.com/detik)