Mensos Berpantun Cinta Temajuk

Empat bulan pasca-isu pencaplokan Camar Bulan oleh Malaysia, Temajuk diguyur bantuan pemerintah pusat senilai Rp 206 miliar

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Empat bulan pasca-isu pencaplokan sebagian Kampung Camar Bulan oleh negeri jiran Malaysia, Sabtu (7/1), Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, mendapat kucuran bantuan pemerintah pusat senilai Rp 206 miliar.

Bantuan untuk warga desa yang selama ini menggantungkan pemenuhan kebutuhan hidup dari Negara Bagian Sarawak itu, diberikan 13 kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Dana itu dikucurkan melalui program nasional terpadu gerakan pembangunan Kampung (Pandu Gerbang Kampung) dan Program Penanggulangan Kemiskinan Wilayah Perbatasan Negara (Pronankis).

Di antaranya, bantuan dari Kementrian PU, Kemenkes, Kementan, Kemenhut, Kemenakertrans, Kemendag , Kemendiknasbud, Kemendari, Kemensos dan Sekretariat BNPP. Bantuan diberikan bersamaan peresmian dan pencanangan Pandu Gerbang Kampung dan Pronankis di Dusun Camar Bulan, Temajuk.

Menko Kesra Agung Laksono, Mensos Salim Segaf Aljufri, Menteri PU Djoko Kirmanto dan Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) H Sutrisno hadir dalam acara ini.
Peresmian dan pencanganan Pandu Gerbang Kampung dan Pronankis ini mengawali realisasi komitmen pemerintah memajukan daerah perbatasan.

Bantuan dana tersebut diterima langsung Bupati Sambas, Camat Paloh, Kades Temajuk dan Kabid Budaya Dinas Pemuda dan Olahraga Sambas. Bupati Hj Juliarti Djuhardi Alwi pun sangat apresiatif.

"Kedatangan tiga menteri dan pejabat pusat di Temajuk merupakan torehan sejarah baru di Kalbar, karena penyerahan bantuan dan acara peresmian program pusat dihadiri langsung tiga menteri. Ini juga tak terlepas dari santernya kasus Camar Bulan beberapa waktu lalu," kata Juliarti.

Dana bantuan itu segera disalurkan. Juliarti bersyukur kini Sambas mendapat perhatian penuh pemerintah pusat, melalui dukungan Pemprov Kalbar. "Maka dari itu, masyarakat Sambas agar bersabar terhadap program pembangunan perbatasan," imbaunya.

Gubernur Kalbar Cornelis yang turut hadir, menyampaikan terimakasih dan memberi apresiasi tinggi atas perhatian pemerintah pusat. Ia menyitir imbauan presiden tentang ketergantungan pangan masyarakat kepada pemerintah. Itu sebabnya, masyarakat wajib melakukan antisipasi, apabila sewaktu-waktu Indonesia mengalami krisis pangan.

"Silakan bercocok-tanam. Tanam apa saja yang bisa ditanam, sukun atau padi, bisa dimanfaatkan kalau sewaktu-waktu terjadi krisis pangan dunia, kita sudah cadangan," katanya di hadapan ribuan masyarakat Paloh.

Bangun Infrastruktur
Cornelis tak lupa mengajak generasi muda membangun negeri. "Mari kita bersama bangun negeri, karena kita tak bisa berharap 100 persen pada pemerintah. Diharapkan generasi muda jadi pelopor pembangunan," tegasnya.

Mensos Salim Segaf mengatakan, bantuan pemerintah pusat, di antaranya diperuntukkan rumah layak huni. "Kami harapkan bantuan ini dapat dikelola secara baik dan akuntabel, karena bantuan melalui program ini demi kesejahteran masyarakat di sini," kata Mensos.

Mengakhiri sambutannya, Mensos pun berpantun. "Dari tadi semua sambutan berpantun. Saya juga mau berpantun. Kalau tidak dengan tinta takkan kutulis syair ini. Kalau tidak dengan cinta takkan hadir kami di sini," kata Mensos disambut tepuk tangan masyarakat.

Agung Laksono pun tak mau ketinggalan. "Jeruk purut harum baunya, Insya Allah akan kami turut apa maunya," kata Agung.

Menurut Agung, peresmian program ini bertujuan merealisasi program Pandu Gerbang Kampung 2011 yang berjumlah sekitar Rp 20 miliar dan program Pronankis sekitar Rp 200 miliar, khusus Sambas.

"Maka, kami mengharapkan pembangunan infrastruktur secepatnya, agar Sambas terbebas dari keterbelakangan dan terisolasian," tegasnya.

Menanggapi bantuan pemerintah pusat ini, Anggota Komisi C DPRD Kalbar, Timotius Ketang memperkirakan tahun ini Temajuk akan membaik.

"Tapi hasil pantauan saya, selama ini masih ditemukan warga yang mengkonsumsi beras Malaysia. Maka, saya sarankan kepada instansi terkait di provinsi untuk memberikan bantuan bibit padi beserta pupuknya," kata Timotius.

"Dengan adanya permintaan yang gayung bersambut ini, kami minta Pemkab Sambas segera menyediakan lahan untuk masyarakat di sini sekitar 100 hektare, agar mereka bisa menikmati apa yang mereka tanami, sekaligus merealisasikan apa yang dianjurkan gubernur," katanya. (hdi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved