AJS 1952 Cooper Ekstrem
Sekitar Rp 20 juta, biaya yang ia keluarkan untuk membangun motor kesayangannya itu.
Penulis: Mirna |
"Ketika membangunnya, saya tidak sabar untuk mengendarainya. Ingin cepat-cepat memakainya," ungkap Yuswardhi kepada Tribun di kediamannya, di kawasan Tani Makmur, Kamis (1/12/2011).
Menurutnya, motor bukan hanya sekedar ditunggangi, tapi bagaimana motor tersebut memberikan kenyamanan dan kepuasaan tersendiri ketika mengendarainya. "Motor cooper ini memiliki nilai plus bagi saya. Membuat saya lebih percaya diri ketika mengendarainya. Kalau naik motor ini benar-benar naik motor rasanya," terangnya.
Ia menambahkan motor tersebut sengaja diubah menjadi cooper, karena tampilannya yang ekstrem. "Kiblat motor saya ke arah ekstrem. Saya suka dengan yang berbau ekstrem. Makanya sayapun memilih mengubahnya menjadi cooper," ujar anggota Brotherhood itu.
Jika mengendarai AJS 350 cc tahun 1952 itu, menurutnya, tidak nyaman kalau dikendarai dengan kecepatan pelan. Biasanya ia mengendarai dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam.
"Motor ini sedikit berat. Kapasitas mesinnya cukup besar, yaitu 350 cc. Jika pelan-pelan akan terasa berat, tapi jika dengan kecepatan lumayan tinggi, menjadi enak dan nyaman dikendarai," ujarnya.
Keunikan motor ini terlihat pada rem dan gear box nya. Pada umumnya rem terletak di sebelah kanan akan tetapi motor cooper miliknya memiliki rem di bagian kiri. Selain itu gear box nya juga pisah dari mesin. Artinya oli mesin tidak di dalam mesin, berada di bak penampungan lain.
Sistem suspensi motor ini terletak pada jok. Ia tidak menggunakan shock belakang, sehingga sistem kerjanya mengandalkan per di bawah jok. Sistem pengapian pun telah diubahnya menjadi spul thunder magnet mio. "Pengapiannya jauh lebih bagus, tidak bandel," jelas Yus.
Motor ini hanya akan mampu menopang bobot seberat pemiliknya. Yaitu sekitar 85 kilogram. Jika lebih dari itu, menurut Yus, motornya tidak mampu berjalan atau tidak bisa dikendarai. Namun, coopernya itu sudah diajaknnya mengarungi hingga Riam Merasap.
Hobi memodifikasi motor antik, telah dilakukannya sejak Yus masih duduk di bangku SMA. Motor antik, menurutnya, sangat unik dan berbeda dibandingkan motor lainnya. Ia mengatakan lebih percaya diri naik motor antik ketimbang mengendarai kendaraan lainnya.
Walaupun hobinya ini boleh dibilang lumayan menguras kocek, tapi istrinya tidak pernah protes. Justru sang istri mendukung dengan hobinya yang satu ini. "Istri saya sudah mengerti akan hobi saya. Sejak pacaran sampai menjadi istri, dia sudah memaklumi hobi saya ini," tuturnya.