Edwin Rahadi Pasrah Tuhan
Terpidana mati Edwin Rahadi (38) yang sempat syok, Sabtu (23/07/2011) mulai tegar.
Penulis: Jovanka Mayank Candri |
Vonis mati yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) dianggap cobaan hidup. "Biarlah Allah yang mengatur. Allah tak akan memberikan cobaan yang tak bisa dihadapi hamba-Nya," kata Edwin saat dikunjungi Tribun Pontianak di LP Kelas IIA Kota Pontianak, kemarin.
Kendati demikian, putra mantan Sekda Kalbar ini sepakat dengan penasihat hukumnya, Effendy Y untuk menempuh upaya Peninjauan Kembali (PK). Menurut Edwin, vonis mati itu tak mencerminkan keadilan.
"Ini sangat jauh dari keadilan. Saat persidangan pertama saya banyak dirugikan. Saksi ahli untuk senjata api dan Narkotika kami tak bisa dihadirkan dalam persidangan. Mudah-mudahan upaya nanti berhasil," kata pria berjanggut itu.
Mengenakan kemeja merah maron, Edwin terlihat santai saat menerima Tribun. Ia menghisap sebatang rokok sambil berkeluh-kesah.
"Sata menerima petikannya (putusan MA) Selasa lalu. Sebelumnya tak bisa tenang menunggu putusan kasasi ini. Tak menyangka bisa vonis seperti itu. Saya serahkan ke Bang Effendy untuk PK-nya," kata Edwin.
Edwin kini lebih gemuk dibanding setahun lalu. Ia sempat berseloroh ketika Tribun menyinggung perubahan fisiknya. "Ya beginilah di penjara. Makan dan tidur," ujarnya seraya tersenyum.
Secara hukum, Edwin mengaku tak begitu mengerti. Ia sepenuhnya menyerahkan proses hukum kepada kuasa hukumnya. Saat bercengkrama, Edwin mencoba mengenang peristiwa kematian Qori.
"Demi Allah saya tak ada niat untuk itu (membunuh). Saya cuma mau menanyakan siapa orang yang dekat dengannya. Saya bahkan mencarikannya dokter setelah itu," tegasnya.
Dia juga memaparkan kasus home industry Narkoba yang menjeratnya. "Ini karena keingintahuan saya yang berlebih. Saya mencoba-coba mendapatkan barang yang bagus. Ini bisa jadi pelajaran bagi siapapun," tuturnya.
Edwin menampik pandangan negatif beberapa orang terhadap pribadinya. "Saya bukannya lahir dari keluarga yang kurang. Perhatian orangtua juga tak kurang. Memang ada yang berpikir jelek tentang saya. Tapi biarlah," katanya.