Kebakaran di Melawi
Panggil Mama Sebelum Terpanggang
Kalau seandainya mobil pemadam kebakaran datangnya cepat mungkin tidak ada korban jiwa
Penulis: Ali Anshori |
MELAWI, Tribunpontianak.co.id- Zainal (30), tetangga korban pada saat peristiwa kebakaran
terjadi mengatakan keempat korban sempat teriak minta tolong dari lantai atas.
Mereka berlari-lari di lantai atas. Disaat itu warga yang mendengar
teriakan langsung berusaha menolong dengan mendobrak pintu depan namun
tak berhasil.
"Setelah gagal mendobrak pintu depan, kami mencoba mendobrak jendela dari samping namun gagal juga karena jendelanya dipasang teralis," katanya.
Kata Zainal warga terus berusaha disaat api terus menyala, namun ketika akan mendobrak dari arah lain tiba-tiba api menyembur keluar sehingga membuat warga mengurungkan.
"Setelah gagal mendobrak pintu depan, kami mencoba mendobrak jendela dari samping namun gagal juga karena jendelanya dipasang teralis," katanya.
Kata Zainal warga terus berusaha disaat api terus menyala, namun ketika akan mendobrak dari arah lain tiba-tiba api menyembur keluar sehingga membuat warga mengurungkan.
"Kami pada saat itu masih mendengar
teriakan, dari anak kecil yang pangil mak-mak, sampai suara itu hilang,"
tambah Zainal.
Kata Zainal proses pemadaman berjalan lamban, pasalnya mobil pemadam kebakaran datang setelah satu jam kebakaran terjadi sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan.
Kata Zainal proses pemadaman berjalan lamban, pasalnya mobil pemadam kebakaran datang setelah satu jam kebakaran terjadi sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan.
"Kalau seandainya mobil pemadam kebakaran
datangnya cepat mungkin tidak ada korban jiwa," katanya.
Zainla yang kediamannya bersebelahan dari tempat kejadian juga panik, dia kemudian berusaha mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya, dia juga berusaha menyirami rumahnya.
Sementara itu Uci mengatakan, pada saat proses evakuasi berlangsung, sekitar pukul 08.00 pagi, ibu korban terlihat syok, dia menangis sejadi-jadinya.
Zainla yang kediamannya bersebelahan dari tempat kejadian juga panik, dia kemudian berusaha mengeluarkan barang-barang yang ada di dalamnya, dia juga berusaha menyirami rumahnya.
Sementara itu Uci mengatakan, pada saat proses evakuasi berlangsung, sekitar pukul 08.00 pagi, ibu korban terlihat syok, dia menangis sejadi-jadinya.
"Wah pokoknya susah disebutkan, orangtuanya
teriak-teriak, tidak bisa dikendalikan," katanya.
Hingga Sabtu sore, kepulan asap masih mengepul di antara puing-puing rumah Lili, kondisi ini menjadi pusat perhatian warga. Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa menghentikan kendaraannya.
Bahkan ada beberapa warga yang masuk diantara puing-puing reruntuhan padahal sudah dipasang police line oleh pihak kepolisian.
Hingga Sabtu sore, kepulan asap masih mengepul di antara puing-puing rumah Lili, kondisi ini menjadi pusat perhatian warga. Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa menghentikan kendaraannya.
Bahkan ada beberapa warga yang masuk diantara puing-puing reruntuhan padahal sudah dipasang police line oleh pihak kepolisian.