Gemawan Dampingi Kelompok Ibu-ibu untuk Pengeloaan Air
karena dua desa tersebut berada dekat opersional perusahaan kebun sawit dan terjadi polusi air
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
Gemawan Dampingi Kelompok Ibu-ibu untuk Pengeloaan Air
PONTIANAK - Direktur Gemawan Laili Khayatnur mengatakan diperlukan peran semua pihak dan kelompok perempuan untuk menjaga aliran sungai dari pencemaran. Hal tersebut menurutnya berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Saat ini bersama dengan beberapa lembaga pemberdayaan Gemawan mendampingi dua kelompok perempuan di desa Semanga, Kabupaten Sambas dan Desa Simpang Sembelangaan, Kabupaten Ketapang.
“Land, Water, Women Life Action Reseach merupakan program yang bertujuan untuk membangun kapasitas kelompok perempuan dalam pengelolaan sumberdaya air melalui keterlibatan aktif, pemberdayaan dan partisipasi perempuan dan kelompok perempuan akar rumput, tokoh masyarakat perempuan," ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya juga telah melakukan riset aksi bersama kedua ibu kelompok tersebut untuk memantau kondisi aliran sungai. Selain itu, langkah upaya konservasi juga akan dilakukan bersama dengan dinas terkait.
Baca: Polda Kalbar Targetkan SPN di Singkawang Beroperasi 2019, Segini Dana Yang di Gelontorkan
Baca: Diskusi Tata Ruang IMPI Kalimantan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Waterfront City
"Termasuk soal pengawasan terhadap aliran sungai tersebut, karena dua desa tersebut berada dekat opersional perusahaan kebun sawit dan terjadi polusi air," ujarnya.
Pihaknya juga telah melakukan diskusi dengan dinas PerkimLH Kalbar, bahwa memang ada mekanisme pengaduan yang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan bukti-bukti yang terjadi dilapangan