Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Pontianak Gelar Khataman Quran

Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Pontianak melakukan Tadarusan 10 hari Ramadan dan Khataman Alquran keenam

Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Pontianak Gelar Khataman Quran
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Sambutan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Pontianak Gelar Khataman Quran

PONTIANAK - Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Pontianak melakukan Tadarusan 10 hari Ramadan dan Khataman Alquran keenam serta acara buka bersama anak yatim. Kegiatan dilangsungkan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak, Jumat (17/5/2019).

Ketua Majelis Taklim Ormas Muslimah Kota Potianak, Yanieta Arbiastuti memberikan sambutan menjelaskan kegiatan tadarusan setiap harinya dihadiri sekitar 300 jemaah majelis taklim ibu-ibu se Kota Pontianak.

"Kami dipimpin hafiz-hafiz Alquran yang telah membina kami selama tadarusan. Setiap kegiatan tadarusan dihadiri kurang lebih 300 jamaah," ucap Yanieta Arbiastuti saat memberikan sambutan.

Ia menceritakan sejarah awalnya beberapa tahun lalu, dimana hanya sekitar 30 jemaah yang berkumpul dan seiring waktu menjadi 300an jemaah.

"Harapan kami ke depan demgan kegiatan ini akan semakin baik dan meningkat serta lebih dirasakan manfaatnya bagi warga Pontianak khususnya dan umat Islam umumnya. Kami selaku pengurus Ormas Muslimah se Kota Pontianak menghaturkan terima kasih dalam penyelenggaraan ini," tambahnya.

Baca: Kalbar 24 Jam - Tubuh Riski Luka Bakar, Pejabat Pemprov Undur Diri, hingga Motif Suami Habisi Istri

Baca: TERPOPULER - Motif Suami Habisi Nyawa Istri, Prediksi Persib Vs Persipura, hingga Ahmad Dhani Galau

Baca: Viking Khatulistiwa Was-was Jelang Persib Versus Persipura

Sementara Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut baik atas kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan tidak hanya di majelis ini tetapi juga dimajelis lainnya.

"Kita berharap melalui kegiatan ini tercipta insan-insan Qurani. Setiap tahun di hari jadi kota kita menggelar khataman Alquran massal," tambahnya.

Bahkan di tahun 2017 lalu memecahkan rekor MURI diikuti oleh 27 ribu pelajar. Kemudian Pemkot juga mensyaratkan anak-anak lulusan SD mendapat sertifikat khatam Quran untuk bisa melanjutkan pendidikan.

"Kalau belum memiliki sertifikat, mereka akan diberikan pendidikan Alquran secara instensif di TPA atau di masjid-masjid," jelas Edi Kamtono.

Edi yakin dengan memberikan ajaran tersebut, kemudian agama, akhlak dan pendidikan Alquran, ke depan menjadi anak-anak yang tangguh dan bisa membentengi dirinya dan lingkungan dari serbuan budaya asing dan pengaruh negatif media sosial.

"Kalau kita bekali mereka dengan ilmu agama, akhlak dan keimanan yang kuat dasarnya, kita yakin Allah akan melindungi anak-anak kita dan menjadikan anak-anak sesuai harapan kita semua. Kegiatan khataman Alquran ini sudah semestinya menjadi lifestyle atau pola hidup," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved