Hari Buku Nasional, Miss Indonesia Kalbar 2019 Punya Program Today A Reader, Tomorrow A Leader

ia akan melanjutkan project Today A Reader, Tomorrow A Leader— yaitu gerakan donasi buku guna meningkatkan minat baca yang ia jalankan

Hari Buku Nasional, Miss Indonesia Kalbar 2019 Punya Program Today A Reader, Tomorrow A Leader
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Beisca Azzahra Siregar (20), Miss Indonesia Kalimantan Barat 2019 (Top 15 Miss Indonesia 2019). 

Peringari Hari Buku Nasional, Miss Indonesia Kalbar 2019 Punya Program Today A Reader, Tomorrow A Leader

PONTIANAK - Beisca Azzahra Siregar (20), Miss Indonesia Kalimantan Barat 2019 (Top 15 Miss Indonesia 2019), mahasiswa,semster 6, Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak konsentrasi Hukum Internasional.

Beisca menyampaikan di hari buku nasional yang jatuh pada setiap 17 Mei. Ia ingin menyampaikan bahwa angka minat baca di Indonesia sangatlah rendah.

"Kurangnya membaca itu artinya kualitas kita akan dipertanyakan di mata dunia, maka dari itu, tanamkan pola pikir bahwa pada hari ini, aku akan mulai membaca buku. Setidaknya satu sampai dua halaman per hari, karna saya yakin, langkah-langkah kecil seperti itu akan membawa Indonesia menjadi negara hebat dengan sumber daya manusia yang membanggakan," ujarnya kepada Tribun Pontianak, jumat (17/5/2019).

Baca: Peringati Hari Buku Nasional Duta Bahasa Kalbar 2019 Akan Gelar Kegiatan di Lapas Anak Pontianak

Baca: Memperingati Hari Buku Nasional, Kalian Lebih Sering Baca Papper Book atau E-Book?

Untuk tahun ini ia akan melanjutkan project Today A Reader, Tomorrow A Leader— yaitu gerakan donasi buku guna meningkatkan minat baca yang ia jalankan kurang lebih dua tahun ini.

"Tentu saja, di media sosial saya, saya mengupload beberapa buku yang saya baca dan saya rekomendasikan ke teman-teman followers instagram saya, dgn tagar #BeysReadingList ," ujarnya.

Ia berharap semoga generasi muda Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak dapat menanamkan hobi membaca sejak dini, karena manfaatnya itu bener-benar akan terasa.

"Dalam berbicara pembendaharaan kita banyak, dalam menulis ide bisa dari mana saja, dan dalam bersosial, kita bisa dengan mudah mencari topik," ucapnya.

Sejauh ini— minat baca di Kalimantan Barat berada di tengah-tengah, kata dia. Adanya perubahan yang baik namun belum signifikan.

Hal itu Bisa dilihat dengan ramainya pemuda pemudi Kalbar yang membeli buku bacaan di toko buku, beberapa pengunjung di perpustakaan dan taman baca yang telah disediakan oleh pemerintah, dan juga perlombaan seperti duta baca yang mana berfokus pada dunia literasi.

Baca: Penerbit Pustaka Rumah Aloy Isi Workshop Guru Menulis Buku di Sintang

Baca: Kutipan Buku Heritage dan Ciri Khas Karya Milik Ahmad Asma DZ Dalam Sebutan Tanah Seribu

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved