IHSG Gagal Ikuti Momentum Penguatan Regional

arket saham Asia berjuang untuk mengakhiri pekan suram di sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (17/5). Optimisme pada berita soal perekonomian AS

IHSG Gagal Ikuti Momentum Penguatan Regional
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. 

IHSG Gagal Ikuti Momentum Penguatan Regional

PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) belum menjauh dari zona merah pada sesi pagi perdagangan hari Jumat (17/5/2019). IHSG melorot -0,41 persen (-25 poin) ke level 5.871.

Indeks LQ45 -0,72% ke 908. Indeks IDX30 -0,76% ke level 502. IDX80 -0,61% ke 128. Indeks JII -0,11% ke posisi 615. Indeks Kompas100 -0,56% ke 1.172. Indeks Sri Kehati -0,78 persen ke 359 dan Indeks SMInfra18 -0,42 persen ke level 302.

Baca: Satgas Pamtas 643/Wns Kembali Amankan Bawang Putih dan Gula Ilegal di Perbatasan

Baca: 2023 Target Interkoneksi Listrik Kalimantan

Dikutip dari iPot News, Jumat (17/5/2019) siang, bisa diamatari bahwa untuk  saham-saham teraktif yakni: TLKM, BBNI, BMRI, ASII, UNTR, SMGR, ZINC.

Saham-saham top gainers LQ45: INDY, SRIL, MNCN, ADRO, CPIN, SCMA, WSKT.

Saham-saham top losers LQ45: TPIA, ICBP, ASII, BRPT, HMSP, PTBA, ANTM.

Nilai transaksi mencapai Rp3,42 triliun. Volume trading sebanyak 95,93 juta lot saham. Investor asing membukukan jual bersih -Rp338,32 miliar.

Nilai tukar rupiah naik tipis +0,03% ke level Rp14.440 terhadap USD (11.30 pm)

Market saham Asia berjuang untuk mengakhiri pekan suram di sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (17/5). Optimisme pada berita soal perekonomian AS serta solidnya kinerja emiten menjadi sentimen menawarkan jeda dari ketakutan terhadap konflik dagang AS vs China.

"Pasar Asia mencoba bangkit dengan momentum positif mengingat China tidak mengumumkan tindakan tarif impor balasan atas kebijakan sanksi AS terhadap Huawei melainkan hanya protes secara verbal. Tetapi pasar membaca ini sebagai jeda sejenak untuk menilai kembali sementara dibanding langkah untuk berada di risiko kembali," kata Tim Analis OCBC Treasury Research seperti dikutip CNBC .

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved