Hairiah: Harap Seleksi Berjalan Lancar

Kurang lebih 360 orang dari total 670 orang calon kepala desa (Cakades) dari 123 Desa, di Kabupaten Sambas mengikuti tes seleksi

Hairiah: Harap Seleksi Berjalan Lancar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan test CAT calon Kepala Desa di Kabupaten Sambas, Kamis (16/5/2019) 

Hairiah: Harap Seleksi Berjalan Lancar

SAMBAS - Kurang lebih 360 orang dari total 670 orang calon kepala desa (Cakades) dari 123 Desa, di Kabupaten Sambas mengikuti tes seleksi sistem Computer Assisted Test (CAT).

Tes tersebut dilakukan oleh Dinas Sosial dan PMD untuk menyaring para calon kepala Desa. Terutama yang memiliki Bakal calon Kepala Desa lebih dari lima orang.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah berharap pelaksanaan seleksi atau CAT itu bisa berjalan dengan lancar.

Baik itu dari sarana tes dan juga kondisi fisik dan phisikologis dari cakades itu sendiri.

"Sebelumnya tentu sudah mendapatkan asistensi dari dinas tentang bagaimana mekanisme dan teknis dalam melakukan tes CAT ini," ujarnya, Kamis (16/5/2019).

Baca: Bahas Pemekaran KSU, Misni Safari Temui Ketua MPR RI

Baca: Siapakah 2 Aktor Indonesia yang Menjadi Musuh Keanu Reeves di John Wick 3

Baca: Ariel Noah dan VJ Laissti Dikabarkan Dekat, Video 15 Menit Mereka Hebohkan Publik

Sementara itu, untuk terkait denga hasil dari tes itu, Hairiah mengungkapkan bagi yang tidak lulus seleksi agar bisa menerima hasilnya dengan lapang dada.

"Karena ini adalah sebuah ketrampilan penggunaan alat yang mana alat ini akan sangat penting dalam melaksanakan operasional dari pemerintahan Desa. Jadi kalau tidak lulus harus menerima dengan ikhlas, karena tim panitia sangat profesional untuk menilai kemampuan," jelasnya.

Baca: Bahas Pemekaran KSU, Misni Safari Temui Ketua MPR RI

Baca: Siapakah 2 Aktor Indonesia yang Menjadi Musuh Keanu Reeves di John Wick 3

Baca: Ariel Noah dan VJ Laissti Dikabarkan Dekat, Video 15 Menit Mereka Hebohkan Publik

Ia menjelaskan, untuk bisa terpilih sebagai kepala Desa, itu akan tergantung pada bagaimana proses manawarkan visi misi kepada masyarakat.

Tidak cukup sampai disitu, karena juga harus bisa menjabarkan pembangunan ke masyarakat, dan tentu trake record juga sangat berperan dalam keterpilihan sebagai kepala desa.

"Saya juga meminta dalam pemilihan kepala desa mengedepankan ke jujuran dan tidak ada manipulasi dalam bentuk apapun, karena kita ingin membangun pemerintahan desa dengan kejujuran," jelasnya.

"Dengan demikian dapat mengeliminir komplain dan potensi konflik antar pendukung, saya juga berharap jika ada persilisihan harus diselesaikan dengan mekanisme yang ada," tuturnya.

Dan bagi yang nanti terpilih sebagai kepala Desa, Hairiah berpesan agar bisa terus membangun komunikasi yang intensif kepada pemerintah daerah.

"Kepala Desa merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten, maka komunikasi itu hal yang penting dalam membangun komunikasi," ungkapnya.

"Kemudian pemberdayaan kepada masyarakat dan mengajak fungsi BPD dalam pengawaasan, penganggaran, membuat aturan desa dengan penuh dan tanggung jawab, terus jalin koordinasi komunikasi dengan perangkat dan stakeholder yang ada di desa dari berbagai kalangan," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved