Deputi Kogasma Tepis Isu AHY Merapat ke Jokowi

Deputi Kogasma Partai Demokrat Herzaky M Putra menepis isu jika Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Deputi Kogasma Tepis Isu AHY Merapat ke Jokowi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Herzaky M Putra 

Deputi Kogasma Tepis Isu AHY Merapat ke Jokowi

PONTIANAK - Deputi Kogasma Partai Demokrat Herzaky M Putra menepis isu jika Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merapat ke kubu 01.

"Untuk Silaturahmi Bogor sendiri, adalah forum informal yang digagas oleh Walikota Bogor Bima Arya. Semua tokoh politik muda ini diundang atas dasar kedekatan personal. Intinya adalah ingin merekatkan kembali sekat-sekat pemisah yang terbentuk akibat polarisasi tajam selama Pemilu 2019 atas dasar semangat kebangsaan dan persatuan. Baik pendukung koalisi 01 dan 02 ada maupun wakil dari hampir semua partai ada dalam acara kemarin," katanya, Jumat (17/05/2019).

Menurutnya, undangan memang tidak memperhatikan faktor keterwakilan partai, tapi semata-mata berdasarkan kedekatan pribadi dan Bima Arya, kata dia, yang menelepon atau menemui sendiri tokoh-tokoh yang diundang.

Dalam prosesnya, Herzaky menyampaikan, terungkap hampir semua tokoh meminta kepastian AHY hadir sebelum memastikan kehadiran mereka sendiri.

Baca: Amini Maros: Hak Sipil Anak Harus Kita Perhatikan

Baca: Prediksi Line Up Persela Vs Madura United Shopee Liga 1 2019 Live Indosiar Pukul 20.30 WIB

Baca: Danlantamal XII Pontianak Tinjau Tes Prajurit TNI AL

"Jadi, kehadiran AHY di silaturahmi Bogor bukan menunjukkan Demokrat sudah beralih ke Jokowi. Demokrat tetap konsisten di koalisi pendukung Prabowo-Sandi. Demokrat dan AHY sangat konsisten dalam memegang komitmen bersama seperti yang selama ini ditunjukkan," jelasnya.

Ia pun mengatakan, kehadiran AHY menunjukkan Demokrat juga tetap dengan prinsip yang dipegangnya, yaitu membuka komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen bangsa.

"Kita perjuangkan hak politik kita lewat jalur yang ada, namun bukan berarti kita harus menutup pintu dialog dengan pihak yang berbeda. Bagaimanapun, dengan dialog konstruktif, solusi atas permasalahan bangsa ini akan lebih mudah didapat. Seperti yang pernah disampaikan Pak Prabowo dalam pertemuan di Grand Sahid beberapa hari lalu, dalam perjuangan, berbicara dengan lawan politik boleh, berdiskusi boleh, namun menyerah tidak," tutup Herzaky.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved