2023 Target Interkoneksi Listrik Kalimantan

Sebenarnya kita diminta cepat sebelum 2023 untuk merealisasikan (interkoneksi). Saat ini untuk jaringan transmisi di Kalbar sudah sampai Tayan.

2023 Target Interkoneksi Listrik Kalimantan
TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
General Manager PLN UIP Kalbagbar Rachmad Lubis (tengah) memberikan pemaparan saat Media Briefing "Mengenal PLN UIP Kalimantan Bagian Barat", di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (16/5/2019). 

2023 Target Interkoneksi Listrik Kalimantan

PONTIANAK - PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP) menargetkan interkoneksi jaringan listrik Kalimantan bisa dilaksanakan pada 2023 mendatang dan akan mengabungkan semua sistem kelistrikan yang telah dimiliki oleh masing masing provinsi menjadi satu di Sistem Kalimantan.

Baca: PLN UIP Kalbagbar Gelar Media Briefing Serap Masukan Awak Media dan Bahas Interkoneksi Jaringan

Baca: Ingin Tukar Uang Jelang Lebaran? Cari Tahu Jadwal dan Lokasinya

Baca: Persela Lamongan VS Madura United, Arif Satria Resmi Sandang Ban Kapten Tim Tuan Rumah Musim 2019

Hal ini diungkapkan General Manager PLN UIP Kalbagbar Rachmad Lubis saat Buka Puasa Bersama dan Media Briefing di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (16/5).

“Sebenarnya kita diminta cepat sebelum 2023 untuk merealisasikan (interkoneksi). Saat ini untuk jaringan transmisi di Kalbar sudah sampai Tayan. Nah titik interkoneksinya ini berada di Sukamara (Kalteng),” ungkapnya.

Dia merincikan lagi untuk progres interkoneksi tersebut, PLN akan merencanakan jaringan transmisi Tayan ke Sandai yang saat ini tengah proses lelang. Kemudian dari Sandai ke Sukadana yang saat ini sudah proses kontrak pembangunan. Lalu, dari Sukadana menuju Ketapang dan Kendawangan, yang ditarget tuntas dalam tahun ini.

“Nah dari Kendawangan ini sebenarnya ada satu titik lagi yaitu Air Upas, yang dari sana akan sampai ke Sukamara (Kalteng). Kalau dari Kalteng itu di Pangkalan Bun nanti juga akan menyambung ke titik Sukamara,” jelasnya.
Rachmat Lubis menjelaskan dengan interkoneksinya semua sistem kelistrikan di Kalimantan menjadi satu sistem atau yang akan dinamakan Sistem Kalimantan maka listrik Kalimantan akan lebih handal.

“Jadi bisa saling suplai. Misal pembangkit yang ada di Kaltim atau bagian selatan itu bisa mensuplai ke kita kalau sudah tersambung. Demikian pula di kita, kalau perkembangan pembangkit 270 MW ini sudah beres, maka saudara kita di Kalteng yang mengalami putus pasokan bisa kita kirim karena jaringan kita jadi satu,” ujarnya.

Saat ini juga sudah ada unit Pembangkitan dan Penyaluran (kitlur) Kalimantan yang akan menangani seluruh jaringan yang sudah interkoneksi ini. Dirinya tak menampik untuk merealisasikan interkoneksi akan banyak sekali tantangannya.

Di antaranya untuk membangun transmisi dari Sukamara ke Kendawangan dengan panjang 300 KMS (kilometer sirkuit) maka dibutuhkan sekitar 450 tower. Artinya, lanjut Rachmad, harus ada 450 tapak yang dibebaskan.
Menurutnya di Kalimantan memiliki tekstur tanah yang unik yakni rawa sehingga perlakukan lebih khusus.

“Apalagi nanti tantangannya adalah di jalur perbatasan, itu kan banyak perkebunan sawit, perkebunan itu sulit. Makanya dengan banyak tantangan ini, kita tidak bisa sendiri, karena ini kita bicara kebutuhan Kalimantan,” ujarnya.

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved