Warga Minta Pengguna Jasa Prostitusi Online Diberi Hukuman

Sebab seharusnya ada kecurigaan saat keluar masuk tamu yang tidak dikenal.

Warga Minta Pengguna Jasa Prostitusi Online Diberi Hukuman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
 Tersangka kasus Prostitusi Online berinisial F (27) saat dihadirkan dalam Press Release Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Narkoba dan Prostitusi Online yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Sintang, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kamis (16/5/2019) pagi. 

 Warga Minta Pengguna Jasa Prostitusi Online Diberi Hukuman

SINTANG - Satu di antara masyarakat Kabupaten Sintang, Budianto merasa miris melihat cara-cara pelaku prostitusi online atau biasa disebut mucikari melancarkan aksinya, menurutnya hal tersebut semakin terselubung dan sulit dicegah.

"Tentunya kita merasa miris melihat cara-cara yang digunakan tersebut. Ini bisnis haram terselubung yang harus cepat diberantas. Kita tidak ingin bisnis ini semakin menjamur di Sintang," katanya, Kamis (16/5/2019) malam.

Menurutnya pihak-pihak terkait juga harus ambil bagian dalam pencegahannya. Terutama tempat penginapan, hotel, losmen dan lainnya.

Sebab seharusnya ada kecurigaan saat keluar masuk tamu yang tidak dikenal.

Baca: Ada Ancaman Mau Dibunuh Hingga Alasan Sering Cekcok, Ini Pengakuan Keluarga Darsita

Baca: BNI Pontianak Siapkan Penukaran Uang Kecil untuk Lebaran 2019

"Tapi apabila terbukti ada kerjasama si pelaku prostitusi online ini dengan pihak hotel dan pihak lainnya yang melancarkan aksi mereka, tentu harus ditindak tegas. Jangan sampai ini merusak generasi-generasi kita," tegasnya.

Selain itu, menurutnya para pengguna jasa prostitusi online ini pun ke depannya harus diberikan sanksi hukum. Sebab jika salah satu pihak saja yang dipidana, maka tidak akan memberikan efek jera.

"Seharusnya yang menggunakan jasanya ini juga diberikan sanksi tegas. Kalau yang menggunakan jasa bisa lepas dari sanksi hukum atau sanksi lainnya, maka tidak akan ada habis-habisnya mereka berani memesan lagi," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved