TRIBUN WIKI

Ternyata 51 %  Penduduk Kalbar yang Bekerja Adalah Lulusan SD  

Lebih dari separuh penduduk yang bekerja adalah berpendidikan SD ke bawah (51,08 persen).

Ternyata 51 %  Penduduk Kalbar yang Bekerja Adalah Lulusan SD   
TRIBUN PONTIANAK/ MIA MONICA
Pertemuan yang digelar BPS Kalbar. 

Ternyata 51 %  Penduduk Kalbar yang Bekerja Pendidikannya Cuma SD

PONTIANAK - Berdasarkan Berita Resmi BPS Kalbar, Pada Februari 2019 terlihat bahwa lebih dari separuh penduduk yang bekerja adalah berpendidikan SD ke bawah (51,08 persen). 

Sedangkan pada tingkat pendidikan SLTP sebesar 16,09 persen, SMA umum sebesar 17,52 persen, SMA kejuruan sebesar 5,77 persen, Diploma hanya sebesar 2,39 persen dan S1 ke atas sebesar 7,15 persen. 

“Kecenderungan yang terlihat adalah semakin tinggi tingkat pendidikan, penyerapan tenaga kerja semakin rendah. Jumlah penduduk yang kerja menurut tingkat pendidikan SMA dan S1 ke atas mengalami peningkatan. Sedangkan untuk tingkat pendidikan SMA Kejuruan dan Diploma justru mengalami sedikit penurunan,” ungkap Kepala BPS Kalbar, Pitono.

Baca: Harga Tiket Pesawat Picu Inflasi Tertinggi di 9 Kota, Kepala BPS RI Sebut Kondisi Ini Tak Biasa

Ia mengatakan gambaran ketenagakerjaan menurut pendidikan merupakan hal yang menarik untuk dicermati.

Salah satu tujuannya adalah untuk melihat seberapa besar pasar tenaga kerja dapat menyerap tenaga kerja, dengan tingkat keahlian atau keterampilan tertentu sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Sementara itu, pengangguran pada tingkat pendidikan SMA Kejuruan mengalami pengingkatan yang cukup besar dari 8,05 persen pada Februari 2018 menjadi 15,26 persen pada Februari 2019. 

Sedangkan pengangguran pada tingkat pendidikan SD Ke bawah juga mengalami pengingkatan sekitar 2.75 persen.

Baca: Serahkan Lahan ke BPS, Ini Penjelasan Gubernur Sutarmidji

Pengangguran pada tingkat Pendidikan S1 ke atas mengalami peningkatan sekitar 2,52 persen.

Ia mengatakan secara umum, jumlah penganggur mengalami penurunan dibandingkan dengan Februari 2018.

Pengangguran terjadi sebagai akibat dari tidak sempurnanya pasar tenaga kerja, atau tidak mampunyai pasar tenaga kerja menyerap tenaga kerja yang ada.

Data pengangguran menurut tingkat pendidikan dapat digunakan sebagai indikator ketidakmampuan pasar tenaga kerja memanfaatkan supply angkatan kerja. (*)

 Penulis: Mia Monica

Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved